Presiden Suriah dan Presiden AS Bahas Kerja Sama Rekonstruksi dan Stabilitas Pasca-Gencatan Senjata

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Suriah Ahmed Sharaa melakukan percakapan telepon panjang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas prospek kerja sama dalam menstabilkan dan merekonstruksi Suriah.

Kantor Presiden Suriah mengumumkan bahwa pembicaraan tersebut juga membahas perkembangan fase transisi di Suriah serta upaya memperkuat keamanan dan stabilitas negara yang dilanda konflik tersebut.

"Selama percakapan, kedua pihak membahas perkembangan fase transisi di Suriah dan upaya untuk memperkuat keamanan dan stabilitas, serta prospek kerja sama bilateral demi kepentingan stabilitas regional dan internasional," ungkap pernyataan resmi dari Kantor Presiden Suriah.

Presiden Ahmed Sharaa menegaskan kembali komitmen negaranya untuk menjaga integritas teritorial, kedaulatan, dan persatuan nasional Suriah secara penuh.

Ia juga menekankan pentingnya mengonsolidasikan upaya internasional untuk mencegah kebangkitan kembali organisasi teroris, terutama kelompok ISIS.

Komitmen AS dan Dukungan terhadap Gencatan Senjata

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat tetap mendukung aspirasi rakyat Suriah untuk membangun negara yang bersatu dan kuat.

Trump menyambut baik perjanjian gencatan senjata yang baru diteken, menyebutnya sebagai langkah penting menuju akhir konflik berkepanjangan di Suriah.

Ia juga menyatakan dukungan atas perjanjian integrasi angkatan bersenjata, termasuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin oleh kelompok Kurdi, ke dalam struktur pemerintahan resmi Suriah.

Lebih lanjut, Presiden AS tersebut menyampaikan kesiapan Washington untuk mendukung proses rekonstruksi Suriah melalui dorongan investasi dan penciptaan iklim ekonomi yang kondusif.

Trump menegaskan bahwa stabilitas ekonomi Suriah merupakan elemen penting dalam memastikan kestabilan kawasan Timur Tengah secara menyeluruh.

Latar Belakang Gencatan Senjata dan Perpanjangan Masa Damai

Pada 18 Januari, Presiden Ahmed Sharaa dan pemimpin Pasukan Demokratik Suriah, Mazloum Abdi, menandatangani perjanjian gencatan senjata baru setelah berminggu-minggu terjadi pertempuran sengit di Aleppo dan wilayah lain di Suriah utara.

Untuk mendukung implementasi gencatan senjata tersebut, Kementerian Pertahanan Suriah pada hari Sabtu memutuskan memperpanjang masa gencatan senjata selama 15 hari di seluruh garis kontak.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Titik Lokasi Banjir Jakarta Pagi Ini: Rekayasa Lalin di Jalan Letjen Suprapto Imbas Genangan
• 6 jam laludisway.id
thumb
Dukung Program Tiga Juta Rumah, BRI Berhasil Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun hingga Tahun 2025
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Jadi Ipar Presiden RI, Soedradjad Djiwandono Ngaku Kudu Hati-hati Komentari Masalah Dalam Negeri
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Sakit Kepala dan Demam? Waspada, Ini Bisa Jadi Tanda Infeksi Virus Nipah!
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Kejar Jambret Bukan Restorative Justice dan Harus Dihentikan!
• 21 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.