Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa armada militer besar sedang menuju Iran dengan cepat dan membawa kekuatan tempur yang signifikan, seraya mendesak Teheran untuk segera datang ke meja perundingan.
Trump menegaskan bahwa armada ini lebih besar dibandingkan dengan kekuatan yang sebelumnya dikirim ke Venezuela, dan siap "menyelesaikan misinya dengan cepat dan kekerasan, jika perlu", ungkapnya dalam pernyataan resmi.
Ia menambahkan bahwa ia berharap Iran bersedia bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang adil dan seimbang, dengan syarat utama yaitu tanpa senjata nuklir.
Presiden AS juga memperingatkan bahwa jika Iran menolak untuk berunding, serangan berikutnya akan "jauh lebih buruk", dan ia mengacu pada insiden militer sebelumnya yang ia sebut sebagai Operasi Midnight Hammer sebagai bentuk kesiapan menghadapi konflik terbuka.
Trump menyatakan keinginannya untuk menghindari pertumpahan darah, tetapi juga menegaskan kesiapan untuk bertindak jika diperlukan.
Ketegangan Meningkat di Tengah Krisis IranPernyataan ini disampaikan di tengah situasi domestik Iran yang sedang memanas akibat gelombang protes yang dipicu oleh masalah ekonomi dan kebijakan pemerintah, serta kekhawatiran internasional atas cara rezim Teheran menangani para demonstran.
Di sisi lain, pejabat Iran menolak klaim AS mengenai adanya permintaan negosiasi langsung dan memperingatkan bahwa setiap serangan dari Amerika Serikat akan dibalas dengan respons yang cepat dan komprehensif.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik antara AS dan Iran, serta mendorong tekanan dari komunitas internasional agar kedua belah pihak menahan diri dan mencari jalur diplomatik untuk meredakan ketegangan.



