Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan sambil menilai adanya perbaikan pada kondisi ekonomi AS dan stabilisasi pasar tenaga kerja, meski tetap mengambil sikap hati-hati terhadap langkah kebijakan selanjutnya.
Mengutip Bloomberg, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu waktu setempat sepakat mempertahankan suku bunga acuan federal funds di kisaran 3,5-3,75 persen. Keputusan tersebut diambil dengan suara 10 banding 2, di mana Gubernur Christopher Waller dan Stephen Miran memilih berbeda dengan mendorong pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Dalam pernyataan resminya, The Fed menyebutkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja masih terbatas, sementara tingkat pengangguran mulai menunjukkan tanda-tanda stabil. Otoritas moneter juga menghapus pernyataan mengenai meningkatnya risiko penurunan ketenagakerjaan yang sebelumnya muncul dalam tiga pernyataan terakhir.
Penilaian yang lebih optimistis terhadap pasar tenaga kerja ini diperkirakan akan meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, meskipun tekanan politik dari pemerintahan Presiden Donald Trump terus meningkat. Sejumlah investor sebelumnya menilai pemangkasan lanjutan baru berpeluang terjadi paling cepat pada Juni.
Pergerakan pasar keuangan relatif datar merespons keputusan tersebut. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,25 persen. Sementara dolar AS sedikit melemah dari level tertinggi harian. Indeks S&P 500 juga bergerak terbatas.
Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan adanya peningkatan yang jelas dalam prospek ekonomi AS ke depan.
“Prospek aktivitas ekonomi telah membaik, jelas membaik sejak pertemuan terakhir, dan hal itu akan berdampak pada permintaan tenaga kerja serta penciptaan lapangan kerja seiring waktu,” kata Powell.
Meski demikian, Powell mengingatkan bahwa stabilisasi pasar tenaga kerja belum sepenuhnya kuat. “Saya tidak ingin melangkah terlalu jauh dengan kesimpulan itu,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa masih terdapat tanda-tanda perlambatan yang berlanjut.
Saat ditanya mengenai syarat pemangkasan suku bunga berikutnya, Powell menegaskan The Fed belum menetapkan patokan khusus.
“Kami tidak mencoba merumuskan suatu tes mengenai kapan akan memangkas suku bunga lagi atau apakah pemangkasan akan dilakukan pada pertemuan berikutnya,” kata Powell.
“Yang kami sampaikan adalah bahwa kami berada pada posisi yang baik untuk mengambil keputusan dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya, dengan melihat data yang masuk, perkembangan prospek, dan berbagai faktor lainnya,” imbuhnya.
Keputusan ini telah diperkirakan sebelumnya, mengingat The Fed memangkas suku bunga dalam tiga pertemuan berturut-turut pada akhir 2025. Berdasarkan proyeksi yang dirilis Desember lalu, mayoritas pejabat masih membuka peluang pemangkasan lanjutan tahun ini, meski inflasi yang masih relatif tinggi membuat sebagian pihak menilai langkah tersebut belum mendesak.
Dalam pernyataan terbarunya, The Fed juga meningkatkan penilaian terhadap kinerja ekonomi dengan menyebut pertumbuhan berada pada level “solid”, naik dari penilaian sebelumnya yang menyebut ekspansi berjalan “moderat”. Rujukan mengenai kenaikan inflasi pun dihapus.
Terkait inflasi, Powell menyebut kondisinya cukup positif, meski inflasi inti diperkirakan masih berada di level 3 persen pada akhir 2025, atau satu poin persentase di atas target bank sentral.



