Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyampaikan ancaman kepada Iran. Namun, kali ini Trump tidak menyinggung soal demo yang terjadi di Iran. Trump mendesak Iran segera berunding dan membuat kesepakatan soal nuklir.
Dikutip dari Reuters, Trump mengancam AS akan menyerang Iran. Serangan itu akan lebih buruk dari yang sebelumnya pernah dilakukan.
"Semoga Iran segera 'duduk di meja perundingan' dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata - tanpa senjata nuklir - kesepakatan yang baik untuk semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting!" tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial dikutip dari Reuters, Kamis (29/1).
AS pernah menyerang Iran pada Juni 2025. Tiga fasilitas nuklir Iran menjadi sasaran.
Saat ini AS tengah mengerahkan armada tempurnya, yakni kapal induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah mendekati Iran. Pengerahan kapal itu sebelumnya dikaitkan dengan opsi militer yang diambil AS terkait tindakan pemerintah Iran terhadap pendemo di negara itu.
"Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi," ujar Trump.
Iran tidak gentar. Penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Shamkhani, mengatakan negaranya akan membalas setiap serangan yang dilancarkan AS. Pembalasan itu juga ditujukan kepada negara-negara yang mendukung AS.
“Setiap tindakan militer, dari Amerika, dari asal mana pun dan pada tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal perang, dan tanggapannya akan segera, habis-habisan, dan belum pernah terjadi sebelumnya, menargetkan jantung Tel Aviv dan semua pendukung agresor,” kata Shamkhani dikutip dari Aljazeera.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi, menyampaikan Angkatan Bersenjata Iran siap untuk melakukan pembalasan.
“Pelajaran berharga yang dipetik dari Perang 12 Hari telah memungkinkan kami untuk menanggapi dengan lebih kuat, cepat, dan mendalam,” katanya.
“Pada saat yang sama, Iran selalu menyambut kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, adil, dan merata – dengan kedudukan yang sama, dan bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi – yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai, dan menjamin tidak ada senjata nuklir," tuturnya.




