Dana Asing Kabur Rp6,17 Triliun Kala IHSG Ambrol 8%, Saham-saham Ini Jadi Korban

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tumbang 659,67 poin atau setara 7,35% ke posisi 8.320,55 pada perdagangan Rabu (28/1/2026), menyusul pengumuman terbaru dari MSCI.

Bahkan, pada sesi intraday, laju koreksi sempat memaksa otoritas bursa melakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt akibat terjadi penurunan indeks yang menembus lebih dari 8%.

Sepanjang hari, sentimen negatif mendominasi pergerakan pasar. Sebanyak 753 saham berakhir di zona merah, sementara hanya 37 saham yang mampu menguat dan 16 saham lainnya stagnan.

Aktivitas transaksi juga terbilang sangat padat, dengan volume perdagangan mencapai 60,83 miliar lembar saham yang terjadi dalam 3.990.311 kali transaksi. Dari aktivitas tersebut, nilai transaksi yang tercatat menembus Rp45,42 triliun.

Baca Juga: IHSG Jatuh Lebih 7%, Peluang Rebound Masih Ada

Aksi jual investor asing menjadi salah satu faktor penekan utama. Di seluruh pasar, asing membukukan net sell sebesar Rp6,17 triliun. Rinciannya, sebesar Rp6,12 triliun terjadi di pasar reguler, sedangkan Rp48,26 miliar berasal dari pasar negosiasi dan tunai.

Tekanan jual terbesar di pasar reguler menyasar saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai net sell mencapai Rp4,14 triliun. Sejalan dengan derasnya aksi lepas tersebut, saham BBCA kemarin ditutup melemah 6,33% ke level Rp7.025.

Tak hanya BBCA, investor asing juga ramai melepas saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Net sell pada saham bank pelat merah ini tercatat sebesar Rp1,27 triliun, dengan harga sahamnya berakhir turun 5,2% ke Rp4.560.

Baca Juga: IHSG Rontok, Purbaya: Kan Masih Shock, Minggu Depan akan Balik Lagi

Saham Korban Jualan Asing

Berdasarkan data Stockbit, berikut 10 saham yang jadi korban jualan asing pada Rabu (28/1)! 

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp4,14 triliun
  2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp1,27 triliun
  3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp1,13 triliun
  4. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp546,86 miliar
  5. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp314,32 miliar
  6. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp108,5 miliar
  7. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp94,44 miliar
  8. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp93,63 miliar
  9. PT Timah Tbk (TINS) Rp69,27 miliar
  10. PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) Rp60,41 miliar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Rekomendasi Drakor Tentang Pria Bucin Ugal-ugalan, Ada Kapten Ri hingga Junior Gemas di She Would Never Know
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Atalia Soroti Angka Pernikahan di Indonesia Turun: Saya Tentu Bukan Contoh Ya…
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Peneliti Australia Temukan Kandidat Planet Seukuran Bumi yang Berpotensi Layak Huni di Luar Tata Surya
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Dana Asing Kabur Rp6,17 Triliun Kala IHSG Ambrol 8%, Saham-saham Ini Jadi Korban
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mengenal Virus Nipah: Asal-usul, Cara Penularan, Gejala, dan Langkah Pencegahan
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.