Mitos ASI Tidak Cukup: Tantangan Edukasi yang Dihadapi Konselor Laktasi

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Mitos bahwa ASI tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi masih menjadi salah satu penyebab utama rendahnya keberhasilan ASI eksklusif di masyarakat. Persepsi ini sering muncul ketika bayi sering menangis, ingin menyusu lebih sering atau mengalami kenaikan berat badan yang dianggap lambat. Padahal, secara ilmiah, kondisi tersebut merupakan bagian normal dari proses adaptasi bayi dan mekanisme produksi ASI. Kesalahpahaman ini menunjukkan masih lemahnya literasi laktasi di berbagai lapisan masyarakat.

Konselor laktasi memegang peran penting dalam meluruskan mitos ASI tidak cukup melalui edukasi berbasis bukti empiris. Mereka membantu ibu memahami prinsip supply and demand dalam produksi ASI, tanda kecukupan ASI pada bayi, serta teknik menyusui yang efektif. Tantangan terbesar yang dihadapi konselor laktasi adalah kuatnya pengaruh informasi keliru yang beredar di lingkungan sekitar maupun media sosial. Edukasi yang disampaikan harus dilakukan secara persuasif dan empatik agar dapat diterima dengan baik oleh ibu dan keluarganya.

Selain aspek teknis, mitos ASI tidak cukup juga berkaitan erat dengan faktor psikologis ibu menyusui. Rasa cemas, kelelahan dan tekanan sosial dapat memengaruhi persepsi ibu terhadap kemampuannya menyusui. Konselor laktasi berperan dalam memberikan dukungan emosional sekaligus membangun kepercayaan diri ibu. Dengan pendampingan yang tepat, ibu menyusui dapat lebih yakin bahwa tubuhnya mampu memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya secara optimal.

Menurut dr. Hayin Naila, selaku konselor laktasi dari HA-Medika Kendal, mitos ASI tidak cukup sering muncul karena kurangnya pemahaman tentang proses laktasi yang normal. Ia menegaskan bahwa sebagian besar ibu sebenarnya mampu memproduksi ASI yang cukup, asalkan mendapatkan informasi dan dukungan yang benar. Ketika ibu memahami tanda kecukupan ASI dan mendapat pendampingan yang tepat, kepercayaan dirinya akan meningkat dan risiko kegagalan menyusui dapat diminimalkan. Dokter Hayin menambahkan bahwa edukasi yang komprehensif menjadi kunci utama dalam mengatasi mitos tersebut.

Sebagai kesimpulan, mitos ASI tidak cukup merupakan tantangan besar dalam upaya peningkatan keberhasilan menyusui. Konselor laktasi memiliki peran strategis dalam meluruskan kesalahpahaman ini melalui edukasi ilmiah, pendampingan teknis dan dukungan psikologis. Penguatan peran konselor laktasi di fasilitas kesehatan dan komunitas sangat diperlukan untuk membangun budaya menyusui yang lebih sehat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Rendam Jalan Suprapto, Jalur Lambat Ditutup
• 26 menit laluokezone.com
thumb
Brooklyn Beckham Dapat Tawaran 7 Digit untuk Tulis Buku Skandal Pernikahannya dengan Nicola Peltz
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Penjelasan Polisi Kenapa Suami di Sleman Jadi Tersangka Usai Selamatkan Istrinya dari Jambret: Pembelaan yang Lampaui Batas
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Dolar Tertekan Ketidakpastian Kebijakan dan Isu Indepedensi The Fed AS
• 26 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
BKN Keluarkan Maklumat Baru Penggunaan Batik ASN, Simak Informasinya!
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.