Kenapa Perayaan Imlek Selalu Didominasi Warna Merah? Ini Filosofi dan Maknanya

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.IDPerayaan Imlek didominasi warna merah. Ternyata ada filosofi dan makna di balik hal tersebut.

Sebentar lagi, masyarakat Tionghoa akan menyambut Tahun Baru Imlek. Tahun ini, Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.

Perayaan Imlek selalu lekat dengan dominasi warna merah. Mulai dari hiasan rumah, busana, angpao, hingga lentera yang menggantung di berbagai sudut jalan, warna merah tampak mendominasi suasana perayaan.

Lantas, apa sebenarnya alasan serta makna di balik penggunaan warna merah dalam tradisi Imlek?

Alasan dan Makna Warna Merah dalam Perayaan Imlek

Dalam filsafat Tiongkok, warna memiliki keterkaitan erat dengan lima unsur dasar kehidupan. Salah satunya adalah merah, yang melambangkan elemen api, sebagaimana dikutip dari Hindustan Times.

Merah dan api diasosiasikan dengan sifat-sifat dinamis seperti kepemimpinan, rasa percaya diri, ketegasan, kepekaan emosi, serta keberhasilan. Keterkaitan kuat dengan elemen api inilah yang menjadikan warna merah sebagai lambang kemakmuran dan keberuntungan dalam budaya Tiongkok, terutama saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Secara historis, warna merah juga memiliki kedudukan penting dalam berbagai ritual kerajaan di sejumlah dinasti Tiongkok. Ketika para kaisar meminta nasihat peramal istana untuk menentukan warna yang dipercaya membawa kesejahteraan dan energi positif bagi kerajaan, merah kerap dianggap sebagai pilihan paling kuat.

Dalam perjalanan sejarah Tiongkok, khususnya pada masa Dinasti Zhou, Han, Jin, Song, dan Ming, merah dikenal sebagai warna kebesaran kerajaan. Selain itu, warna ini juga diyakini memiliki kekuatan untuk mengusir roh jahat.

Dalam suasana Imlek, berbagai ornamen berwarna merah menghiasi rumah-rumah, mulai dari lentera merah, kaligrafi bertuliskan doa keberuntungan, hingga angpao berisi uang sebagai simbol berbagi rezeki dan harapan baik. Seluruh unsur tersebut menyampaikan pesan optimisme dan doa untuk kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Dengan demikian, warna merah dalam perayaan Imlek bukan sekadar elemen estetika, tetapi mengandung makna simbolis yang mendalam. Ia melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, kedamaian, sekaligus perlindungan dari energi negatif.

 

Tak heran jika merah menjadi warna yang tak terpisahkan dari setiap perayaan Imlek, menjadikan suasananya semakin semarak dan penuh arti.

Imlek 2026 Jatuh Tanggal Berapa?

Mengutip China Highlights, Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Tahun tersebut merupakan Tahun Kuda, lebih tepatnya Kuda Api. Tanggal Imlek 2026 juga telah ditetapkan secara resmi dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025.

Berdasarkan SKB 3 Menteri tersebut, perayaan Imlek 2026 masuk dalam daftar hari libur nasional sekaligus cuti bersama, dengan rincian sebagai berikut:

- Senin, 16 Februari 2026: Cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

- Selasa, 17 Februari 2026: Hari libur nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

Dengan ketetapan tersebut, masyarakat berkesempatan menikmati dua hari libur dalam rangka perayaan Imlek 2026. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kisah Guru Honorer di Jaktim: Mengajar di 2 Sekolah dan Buka Kursus, Penghasilan Belum UMP
• 6 jam lalukompas.com
thumb
BPPKB Jakarta: Polri di Bawah Presiden Konsekuensi Desain Ketatanegaraan
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Kadu Bersinar di Tengah Keterpurukan PSBS, Masuk 5 Besar Kiper dengan Save Terbanyak di BRI Super League
• 2 jam lalubola.com
thumb
Dompet Dhuafa Bersama Pemerintah Pulihkan Polindes Guna Tunjang Kesehatan Penyintas Banjir
• 6 jam laludisway.id
thumb
Pemerintah Dorong Produksi Semikonduktor Bernilai Tambah Tinggi
• 19 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.