Jakarta, CNBC Indonesia — Di tengah persaingan industri perbankan yang kian ketat, segmen kredit ritel masih menjadi salah satu pendorong pertumbuhan, terutama melalui penyaluran kredit kepada pegawai dengan penghasilan tetap. Kredit pegawai dinilai relatif stabil karena menyasar debitur dengan arus kas yang lebih terukur dibandingkan segmen konsumtif lainnya.
Salah satu bank yang menggarap segmen ini adalah Bank Woori Saudara melalui skema Kredit Untuk Pegawai (KUPEG). Produk ini dirancang sebagai fasilitas kredit multiguna yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi hingga perencanaan keuangan berskala kecil.
Dalam praktiknya, kredit pegawai dibedakan berdasarkan profil debitur. Untuk pegawai sektor swasta, plafon pinjaman umumnya berada pada kisaran Rp 1 juta hingga RP 150 juta dengan tenor menengah. Sementara itu, bagi aparatur sipil negara (ASN) dan anggota TNI, kredit pegawai cenderung menawarkan plafon hingga Rp 240 juta dengan tenor lebih panjang, menyesuaikan stabilitas pendapatan dan horizon pembiayaan yang lebih panjang.
Analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly, menilai fokus perbankan pada kredit pegawai mencerminkan strategi mitigasi risiko di tengah dinamika ekonomi dan siklus suku bunga. Menurutnya, mekanisme pembayaran cicilan melalui pemotongan gaji membuat segmen ini relatif lebih terkendali dari sisi risiko kredit.
"Kredit pegawai memiliki karakteristik arus kas yang jelas, sehingga risiko gagal bayar umumnya lebih rendah. Selain itu, tren suku bunga yang lebih rendah turut meningkatkan daya tarik kredit multiguna karena cicilan menjadi lebih kompetitif," ujar Rizal, Kamis (29/1/2026).
Dari sisi industri, pertumbuhan kredit pegawai berkontribusi terhadap penguatan portofolio kredit ritel perbankan. Segmen ini kerap dipandang sebagai penyangga stabilitas, terutama saat bank lebih selektif dalam menyalurkan kredit konsumsi tanpa agunan.
Kerja sama antara bank dan instansi atau perusahaan tempat pegawai bekerja juga menjadi faktor penting dalam pengembangan kredit pegawai. Skema ini membantu memperluas distribusi kredit sekaligus meningkatkan akses pembiayaan bagi pekerja formal yang sebelumnya belum optimal terlayani.
(mkh/mkh)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486104/original/014781100_1769575122-berita_20260127083336.jpeg)



