JAKARTA, KOMPAS.TV - Ancaman banjir (rob) kembali mengintai kawasan pesisir Jakarta Utara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta resmi mengeluarkan peringatan dini agar warga meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena pasang air laut yang diprediksi berlangsung hingga Selasa, 3 Februari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji menegaskan potensi kenaikan muka air laut ini tidak boleh dipandang sebelah mata, terutama bagi masyarakat yang bermukim tepat di garis pantai.
"Warga yang bermukim di kawasan pesisir pantai utara Jakarta diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob," tegas Isnawa di Jakarta, Rabu (28/1) dikutip dari Antara.
Daftar 12 Wilayah Rawan TerdampakBerdasarkan pemetaan BPBD, terdapat setidaknya 12 wilayah spesifik yang memiliki risiko tinggi terdampak luapan air laut ini. Wilayah tersebut meliputi:
- Kamal Muara
- Kapuk Muara
- Penjaringan
- Pluit
- Ancol
- Kamal
- Marunda
- Cilincing
- Kalibaru
- Muara Angke
- Tanjung Priok
- Kawasan Kepulauan Seribu
Baca Juga: BMKG: Jakarta Hujan Seharian, 3 Wilayah Berpotensi Non-Stop 15 Jam Hari Ini
Pemicu: Duet Bulan Purnama dan Perigee
Peringatan ini dikeluarkan menyusul analisis data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok.
Kenaikan tinggi muka air laut kali ini dipicu oleh fenomena fase bulan purnama yang terjadi bersamaan dengan kondisi perigee.
Kondisi perigee terjadi saat posisi bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi, yang secara gravitasi menarik massa air laut lebih kuat dari biasanya.
Penulis : Danang Suryo Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- Banjir Rob Jakarta
- BPBD DKI Jakarta
- Cuaca Ekstrem
- Pasang Air Laut
- Jakarta Utara
- Info Banjir




