Bisnis.com, PALEMBANG — Bank Indonesia melaporkan kinerja sistem pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sumatra Selatan (Sumsel) tumbuh akseleratif hingga Desember 2025.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel Bambang Pramono mengatakan nominal transaksi QRIS di wilayah ini menembus Rp3,4 triliun sepanjang 2025.
Capaian tersebut tumbuh 117,89% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan 2024.
"Posisinya volume transaksi juga meningkat signifikan sebesar 198,41% dengan total 4,2 juta transaksi," ucap Bambang Pramono usai peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia, Rabu (28/1/2026).
Dari sisi ekosistem, Bambang menyebut jumlah pemilik kode QRIS atau merchant di Sumsel telah mencapai 1,1 juta. Sementara jumlah pengguna (user) tercatat sebanyak 1,48 juta, melampaui target 2025 yang ditetapkan sebesar 1,42 juta.
Seiring capaian tersebut, Bank Indonesia memastikan target QRIS di Sumsel pada 2026 akan dipatok lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Baca Juga
- IHSG Anjlok 8% Usai Pengumuman MSCI, BEI Kepri Imbau Investor Tetap Tenang
- PLTU Bengkulu Minta Dispensasi Angkut Batu Bara lewat Sumsel, Pemda: Cari Alternatif Lain!
- Realisasi Belanja Negara 2025 di Sumbar Tak Capai 100%, Begini Kondisi pada 2026
Namun begitu, kata Bambang, hingga kini target resmi masih menunggu penetapan dari pusat.
"Intinya paling tidak capaian ini sudah jauh dari target yang ditetapkan 2025, jadi pastinya target tahun ini (2026) akan lebih tinggi," katanya.
Selain sistem pembayaran, dia juga menegaskan kondisi aliran uang rupiah di Sumsel yang tetap terjaga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Hingga Desember 2025 aliran uang kartal Sumsel berada pada net outflow Rp2,08 triliun," pungkasnya.




