KPK memanggil sejumlah saksi dalam lanjutan pengusutan kasus korupsi iklan Bank BJB periode 2021-2023. Salah satu saksi yang diperiksa adalah asisten pribadi Gubernur Jabar Ridwan Kamil tahun 2018-2023, Randy Kusumaatmadja.
“Hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi terkait dugaan TPK dalam pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB),” ungkap juru bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, pada Kamis (29/1).
Pemeriksaan dilakukan di Polda Jawa Barat. Meski begitu, Budi belum merinci terkait materi pemeriksaan kepada saksi tersebut.
Randy diperiksa bersama 5 pihak lainnya yakni:
Joko Hartoto, Pimpinan SKAI Bank BJB
Djunianto Lemuel, Direktur Golden Money Changer
Arti, Pegawai Golden Money Changer
Ervin Yanuardi Effendi, Kasubag Rumah Tangga Gubernur
Wena Natasha Olivia, Ibu Rumah Tangga
Para saksi yang dipanggil KPK itu belum berkomentar mengenai pemeriksaan tersebut.
Sebelumnya, KPK telah memanggil Ridwan Kamil sebagai saksi dalam kasus ini karena diduga turut menerima aliran uang. KPK juga sudah memeriksa Lisa Mariana dan Ilham Habibie yang diduga ada kaitannya dengan RK.
Pemeriksaan putra Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Ilham Habibie, terkait pembelian mobil Mercedes Benz miliknya yang dibeli oleh RK. Selain itu, penyidik KPK juga telah menyita motor Royal Enfield milik Ridwan Kamil yang diduga terkait perkara ini. Sementara Lisa terkait dugaan aliran uang dari RK.
RK telah dimintai keterangan oleh KPK pada Selasa (2/12) lalu. Pemeriksaan terhadap RK berlangsung selama sekitar 6 jam.
Usai menjalani pemeriksaan, RK mengaku sangat senang bisa memberikan klarifikasi atas segala tuduhan yang selama ini diarahkan kepadanya.
"Ya jadi pertama saya sangat bahagia karena ini momen yang ditunggu-tunggu, berbulan-bulan ingin melakukan klarifikasi kan ya. Nah hari ini saya sudah melakukan klarifikasi," ujar RK.
RK juga mengaku tak tahu-menahu terkait perkara korupsi yang tengah diusut KPK pada bank pelat merah itu.
"Jadi pada dasarnya yang paling utama adalah saya itu tidak mengetahui apa yang namanya menjadi perkara dana iklan ini," ucapnya.
Terkait asetnya yang disita KPK, RK mengaku membelinya menggunakan uang pribadi. Sementara soal aliran dana ke Lisa, RK mengaku diperas.
Kasus Iklan BJBDalam kasus ini, KPK telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka, yakni:
Yuddy Renaldi selaku Direktur Utama BJB.
Widi Hartoto selaku Pimpinan Divisi Corporate Secretary BJB.
Ikin Asikin Dulmanan selaku pemilik agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri.
Suhendrik selaku pemilik agensi BSC dan Wahana Semesta Bandung Ekspress.
R. Sophan Jaya Kusuma selaku pemilik agensi Cipta Karya Mandiri Bersama dan Cipta Karya Sukses Bersama.
Kasus ini terkait dengan dugaan korupsi penempatan iklan BJB di media pada 2021-2023. Diduga ada kongkalikong dari pihak BJB dengan agensi iklan untuk mengakali pengadaan iklan tersebut.
Dari sekitar Rp 300 miliar yang dianggarkan, diduga hanya Rp 100 miliar yang benar-benar dipakai untuk iklan di media.
Terdapat selisih Rp 222 miliar yang kemudian fiktif. Dana tersebut diduga kemudian digunakan pihak BJB untuk memenuhi kebutuhan dana non-bujeter.
KPK tengah mendalami sosok penggagas dana non bujeter itu, termasuk soal peruntukannya. Aliran dana non bujeter itu pun tengah ditelusuri.
Dalam penyidikan kasus ini, KPK menggeledah rumah mantan Gubernur Jabar Ridwan Kamil serta kantor pusat BJB. Ridwan Kamil mengaku kooperatif dengan proses yang dilakukan KPK.
Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Tipikor. Kelima tersangka sudah dicegah ke luar negeri tetapi belum ditahan.
Belum ada keterangan dari kelima tersangka mengenai perkara yang menjeratnya.




