JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemberian gizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak idealnya tidak menunggu anak besar.
Dietisien dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Luthfianti Diana Mauludiyah SGz, RD, menegaskan upaya itu sebaiknya dimulai sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan.
“Waktu paling krusial disebut 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak kehamilan atau 270 hari, usia 0–2 tahun atau 730 hari,” kata Luthfianti saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (28/1/2026) mengutip Antara.
Menurutnya, periode ini disebut sebagai fase penentu karena menjadi dasar pembentukan organ tubuh, fungsi otak, serta sistem metabolisme anak di masa depan.
Baca Juga: Samsat Keliling Jadetabek Rabu 28 Januari 2026: Hadir di 14 Lokasi, Ini Daftar Titik Lengkapnya
Bagi Luthfianti, perhatian terhadap gizi tidak berhenti setelah fase bayi.
Pada usia balita dan prasekolah, sekitar 2–5 tahun, anak memasuki tahap eksplorasi aktif dan perkembangan bahasa yang pesat, sehingga kebutuhan nutrisi tetap harus dipenuhi secara optimal.
Memasuki usia sekolah, tantangan berbeda muncul. Anak berada dalam fase belajar intensif yang menuntut konsentrasi tinggi serta stamina fisik yang baik.
“Gizi seimbang harus diberikan secara konsisten setiap hari, bukan hanya di usia tertentu,” ujarnya.
Konsistensi menjadi kunci agar kebutuhan energi dan nutrisi anak terpenuhi secara berkelanjutan, bukan bersifat sementara.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- gizi anak
- 1000 hari pertama kehidupan
- rscm
- gizi seimbang
- makan bergizi gratis
- badan gizi nasional





