Pemimpin Suriah Temui Putin, Rusia Bidik Kesepakatan soal Pangkalan Militer

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rabu (28/1). Pertemuan ini berlangsung di tengah upaya Kremlin mengamankan masa depan pangkalan militernya di Suriah, yang selama ini menjadi tulang punggung operasi Rusia di Timur Tengah.

Rusia merupakan sekutu utama pendahulu Sharaa, Bashar al-Assad, selama perang saudara Suriah yang berlangsung 14 tahun.

Namun, kejatuhan Assad oleh pasukan pemberontak pimpinan Sharaa menjadi pukulan besar bagi pengaruh Rusia di kawasan tersebut dan memunculkan tanda tanya atas status pangkalan militernya di Suriah.

Sejak Sharaa berkuasa, Putin berusaha membangun kembali hubungan dengan pemerintahan baru Suriah. Meski begitu, hubungan kedua negara masih dibayangi oleh keputusan Rusia yang tetap memberikan perlindungan kepada Assad dan istrinya di Moskow, sesuatu yang menjadi ganjalan utama bagi Damaskus.

“Banyak kemajuan telah dicapai dalam memulihkan hubungan antarnegara kita,” kata Putin dalam pertemuan yang disiarkan televisi, seperti dikutip dari AFP.

Ia juga memuji upaya Sharaa dalam memulihkan keutuhan wilayah Suriah.

“Kami mengikuti dengan saksama langkah-langkah Anda untuk mengembalikan integritas teritorial Suriah, dan saya ingin mengucapkan selamat atas momentum yang sedang tercipta,” ujar Putin.

Pernyataan itu diduga merujuk pada ofensif terbaru pemerintah Suriah terhadap pasukan Kurdi di timur laut negara tersebut.

Dalam pertemuan keduanya sejak Sharaa menjabat sebagai presiden, Sharaa menyebut Rusia memiliki “peran historis” dalam menjaga persatuan dan stabilitas Suriah, serta kawasan secara lebih luas.

Meski isu kehadiran militer Rusia tidak dibahas secara terbuka dalam pertemuan itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya mengatakan bahwa pembahasan soal pangkalan militer hampir pasti masuk dalam agenda pembicaraan.

Saat ini Rusia masih memiliki dua pangkalan militer utama di Suriah, yakni Pangkalan Udara Hmeimim dan Pangkalan Angkatan Laut Tartus di pesisir Laut Mediterania. Keduanya merupakan satu-satunya pangkalan militer resmi Rusia di luar wilayah bekas Uni Soviet.

Namun, Rusia mulai mengurangi kehadirannya di wilayah lain. Awal pekan ini, Kremlin menarik pasukannya dari Bandara Qamishli di wilayah timur laut Suriah yang dikuasai kelompok Kurdi.

Di sisi lain, pemerintah Suriah menyatakan terbuka untuk bekerja sama dengan Moskow. Meski begitu, Damaskus berulang kali menuntut agar Rusia mengekstradisi Bashar al-Assad.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Malaysia Kasih Rp 17 Juta Bagi Warga yang Pensiunkan Mobil Tua
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Potret Ricuh Toko Ikea Tutup, Pembeli Berlarian Berebut Borong Barang
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bukan Sekadar Latihan, 283 Taruna Akpol Bergerak Pulihkan Aceh Tamiang Pasca Bencana
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Bupati Gowa Dorong SKPD Teliti Dalam Penyelesaian Rekomendasi BPK
• 7 jam laluterkini.id
thumb
IHSG Ambles Lagi 5,91%, Transaksi Sesi I Tembus Rp32,75 T
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.