Aceh Tamiang, VIVA - Upaya pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang terus dikebut.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengerahkan ratusan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) untuk terjun langsung membantu masyarakat melalui program Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardus) 2026.
Sebanyak 283 taruna dan taruni Akpol, didukung 85 anggota Polri aktif, diterjunkan ke sejumlah titik terdampak bencana. Langkah ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pemulihan Aceh pascabencana.
Danyon Taruna TK 3 Akpol, Ajun Komisaris Besar Polisi Evon Fitrianto, mengatakan keterlibatan para taruna difokuskan pada misi kemanusiaan dan rehabilitasi wilayah agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.
“Program Pemerintah Bapak Presiden Prabowo terkait pemulihan Aceh pasca bencana, memang membutuhkan tenaga di sini,” kata Evon saat dihubungi wartawan Kamis, 29Januari 2026.
Evon menjelaskan, kegiatan Latsitardus tahun ini memang diarahkan khusus ke Aceh Tamiang sebagai wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir dan longsor.
“Sehingga kegiatan Latsitardus kita diarahkan ke Aceh Tamiang, dengan harapan mempercepat pemulihan dan rehabilitasi warga masyarakat,” ujarnya.
Tak sekadar membersihkan sisa bencana, para taruna juga dilibatkan dalam pemulihan infrastruktur serta penguatan ketahanan sosial masyarakat. Menurut Evon, misi ini sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter bagi para calon perwira Polri.
“Taruna harus hadir sebagai solusi, bekerja tulus, disiplin, serta menjaga marwah Polri di tengah masyarakat. Inilah wujud nyata Polri Presisi yang humanis dan berorientasi pada pelayanan,” tutur dia.
Adapun sasaran fisik kegiatan meliputi normalisasi jalan dengan pembersihan material banjir dan longsor, perbaikan badan jalan yang amblas, serta pembersihan permukiman warga dari lumpur dan kayu sisa banjir dengan dukungan alat berat.
“Serta bantuan rekonstruksi, rumah warga, sekolah, rumah ibadah dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan,” katanya.
Selain itu, para taruna juga menjalankan program nonfisik, mulai dari trauma healing dan dukungan psikososial bagi korban bencana, pengelolaan dapur umum yang disertai edukasi gizi, hingga membantu kegiatan sekolah rakyat dan penyaluran bantuan sosial.
“Edukasi bagi anak-anak guna menjaga semangat belajar dan pemulihan psikologis pasca bencana, serta mengaji karena ada taruna yang tahfiz Alqur’an juga,” kata Evon.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F19%2F41991cd3027053d3dd3e10815ad63820-Screenshot_2026_01_19_at_14.55.39.png)
