Bursa saham Asia cenderung bergerak beragam pada Kamis (29/1/2026) di tengah penguatan Wall Street semalam.
IDXChannel – Bursa saham Asia cenderung bergerak beragam pada Kamis (29/1/2026) di tengah penguatan Wall Street semalam.
Menurut data pasar, Shanghai Composite naik 0,02 persen dan Hang Seng Hong Kong mendaki 0,33 persen.
KOSPI Korea Selatan terkerek 0,13 persen, di kisaran rekor tertingginya.
Indeks acuan Negeri Ginseng tersebut mencatatkan kenaikan sekitar 20 persen sejak awal tahun, jauh mengungguli banyak bursa global lainnya.
Saham Samsung Electronics dan SK Hynix berada di garis depan reli pasar belakangan ini, ditopang permintaan kuat chip dan memori untuk server kecerdasan buatan serta pusat data.
Kinerja positif saham-saham teknologi juga ditopang oleh laporan keuangan yang solid. Samsung Electronics bahkan mencatat sejarah sebagai perusahaan domestik pertama yang membukukan laba operasional kuartalan di atas 20 triliun won Korea.
Di sisi lain, investor tetap mencermati ketidakpastian perdagangan global, menyusul ancaman tarif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, meski pembicaraan untuk meredakan isu tersebut dikabarkan masih berlangsung.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 0,32 persen, sementara Topix melemah 0,33 persen.
Mengutip Trading Economics, investor tetap waspada terhadap volatilitas pasar mata uang, mengingat penguatan yen biasanya menekan kinerja saham domestik.
Ketidakpastian politik menjelang pemilu cepat majelis rendah pada 8 Februari turut menambah sikap hati-hati pelaku pasar.
Sementara itu di Wall Street, indeks saham utama AS bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu.
Setelah gagal mempertahankan penguatan di awal sesi, indeks-indeks utama kehilangan momentum dan bergerak mendatar hingga penutupan.
Indeks S&P 500 turun tipis 0,57 poin atau kurang dari sepersepuluh persen ke level 6.978,03. Dow Jones Industrial Average naik 0,02 persen ke 49.015,60, sedangkan Nasdaq Composite menguat 40 0,2 persen ke 23.857,45.
Pergerakan pasar yang tidak menentu berlanjut setelah Federal Reserve (The Fed) mengumumkan keputusan yang telah diperkirakan luas untuk mempertahankan suku bunga acuannya.
Bank sentral AS tersebut memutuskan mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal di level 3,50 hingga 3,75 persen, setelah sebelumnya memangkas suku bunga sebanyak tiga kali berturut-turut masing-masing sebesar seperempat poin. (Aldo Fernando)




