Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons kepadatan lalu lintas dan aktivitas di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara, akibat membludaknya jumlah kapal yang bersandar. Pemprov DKI Jakarta berencana menambah daya tampung pelabuhan tersebut.
Hal itu disampaikan Pramono menanggapi kondisi Muara Angke yang sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat ribuan kapal berjejal dan tidak dapat bergerak akibat keterbatasan kapasitas pelabuhan.
"Pemerintah DKI Jakarta segera akan memperluas pelabuhan yang ada di tempat itu dengan menambah kapasitas. Mudah-mudahan akan bisa kita bangun dalam waktu dekat ini untuk menambah sampai dengan 500 atau 600 kapal," kata Pramono di Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).
Pramono mengungkapkan, jumlah kapal yang saat ini berlabuh di Muara Angke jauh melampaui kapasitas pelabuhan. Berdasarkan data yang diterima Pemprov DKI, terdapat lebih dari 2.500 kapal yang telah mengantongi izin dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Sekarang kapalnya yang mendapat persetujuan dari pusat itu ada 2.500 lebih. Itu sebabnya kemarin terlihat kapal-kapal menumpuk dan tidak bisa bergerak," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Pramono meminta agar tidak ada penambahan izin kapal baru yang bersandar di Muara Angke. Ia menilai, penambahan jumlah kapal tanpa diimbangi peningkatan kapasitas pelabuhan hanya akan menambah beban kawasan tersebut.
"Saya memohon untuk tidak ada penambahan kapal baru. Kalau izinnya terus ditambah, sementara sekarang sudah 2.500, itu pasti akan menjadi beban bagi Muara Angke," tegasnya.
Sebelumnya, viral di Instagram, Rabu (28/1), tampak kepadatan lalu lintas kapal nelayan terjadi di pelabuhan tersebut. Kapal kesulitan masuk dan keluar pelabuhan.
(bel/zap)





