Wamenhaj Tegaskan Peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 Belum Tentu Lolos Petugas Haji

disway.id
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa status kepesertaan dalam Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (Diklat PPIH) 2026 bukan merupakan jaminan keberangkatan ke Tanah Suci.

Sebanyak 1.685 peserta yang mengikuti diklat di Asrama Haji Pondok Gede sejak 10 hingga 30 Januari 2026 masih harus melewati proses dan evaluasi yang ketat.

Hingga saat ini, tercatat sedikitnya enam orang peserta telah dipulangkan atau dicopot status kepesertaannya karena dinilai tidak memenuhi kriteria selama masa pelatihan.

BACA JUGA:Menteri PPPA Apresiasi Petugas Haji Perempuan Tembus 33 Persen, Ingatkan Layanan Spesifik hingga Skema Kamar

Dahnil mengungkapkan bahwa faktor kesehatan menjadi alasan utama pemulangan sejumlah peserta.

Berdasarkan hasil Medical Check-Up (MCU) lanjutan dan rekomendasi dokter di lokasi diklat, ditemukan adanya peserta dengan riwayat penyakit jantung serius yang memerlukan tindakan medis segera.

"Ada faktor kesehatan. Ada yang ternyata hasil MCU-nya penyakit jantung, bahkan ada yang harus dipasang ring. Kami tidak mungkin mengambil risiko jika rekomendasi dokter menyatakan tidak bisa ikut," ujar Dahnil saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (29/1).

Selain aspek kesehatan, kedisiplinan dan kehadiran menjadi parameter mutlak yang dinilai oleh tim instruktur di bawah komando, Wadan Diklat Kolonel (Purn) Muftiono.

Wamen menegaskan bahwa kriteria kehadiran diharapkan mencapai 100 persen.

BACA JUGA:’Haram’ Ada Kata Gagal, Menhaj Gus Irfan Semangati Petugas Haji 2026: Pionir Sejarah!

Ia juga menekankan bahwa tidak ada perlakuan istimewa bagi peserta mana pun, meski mereka memiliki gelar profesor atau menjabat sebagai pejabat publik.

Pihaknya memastikan bahwa proses penilaian dilakukan secara independen.

Menteri Haji dan Umrah beserta Wakil Menteri menyatakan tidak melakukan intervensi terhadap standar penilaian yang diterapkan oleh tim pelatih dalam Diklat.

"Pak Menteri dan saya tidak pernah ikut campur terkait kriteria dan standar penilaian mereka. Semuanya sama, diperlakukan sama di barak. Kalau ada yang kecewa karena dicopot, itu hal wajar, tetapi aturan harus ditegakkan," tegas Dahnil.

Ia juga mengingatkan agar para calon petugas tidak menanamkan niat "nebeng" naik haji melalui jalur petugas.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bursa Asia Meroket Ditopang Saham AI
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Panik Dirazia, 5 WN Nigeria Sindikat Love Scamming Sembunyi di Toren Air
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Eks Kajari HSU Gugat KPK Usai Ditetapkan Tersangka
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Jangkau 5.245 Desa BRILiaN, BRI Komitmen Dukung Pengembangan Ekonomi Desa
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Menteri PPPA Akui Ada Pemda yang Tak Biayai Visum Kekerasan Seksual
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.