Mengenal MSCI dan Dampaknya terhadap Arus Modal Global

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Dalam pasar keuangan global, arus modal tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi suatu negara saja tetapi juga oleh indeks acuan yang digunakan investor internasional. Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi salah satu pilihan paling berpengaruh karena digunakan sebagai rujukan penempatan dana investasi.
 
Melansir dari Medcom.id, beberapa waktu terakhir MSCI menjadi sorotan pasar usai mengeluarkan kebijakan pembekuan sementara terhadap penyesuaian indeks saham Indonesia yang berlaku efektif segera.
 
Sementara menukil Media Indonesia, keputusan ini membuat aliran dana asing tertahan dan berdampak langsung pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami crash 7,34 persen ke level 8.321 yang memicu penghentian perdagangan sementara.
 
Kebijakan ini dilakukan lantaran MSCI menilai pasar saham Indonesia belum sepenuhnya aman untuk dijadikan sebagai tujuan investasi. Meski Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan sejumlah perbaikan data free float, namun langkah tersebut dirasa belum cukup.
 
Investor global juga menyoroti masih kurangnya transparansi soal siapa pemilik sebenarnya dari saham-saham tertentu serta kekhawatiran akan transaksi yang terkesan bergerak bersama.
 
Namun, apa sebenarnya MSCI dan apa perannya bagi arus modal global? Berikut penjelasan lengkapnya dilansir dari Ajaib.
  Baca juga: Biar IHSG Bangkit Lagi, Rosan Minta Laporan MSCI Harus Segera Ditindaklanjuti   Penjelasan seputar MSCI  
MSCI merupakan penyedia indeks pasar saham global yang digunakan untuk mengukur kinerja pasar saham di berbagai negara dan sektor secara objektif.
 
Sejak diperkenalkan pada 1969, indeks MSCI terus berkembang dan pengelompokan saham berdasarkan negara, ukuran kapitalisasi, likuiditas, hingga tema tertentu, sehingga menjadi acuan penting dalam memahami pergerakan pasar saham internasional.
 
MSCI terbagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan kebutuhannya, di antaranya sebagai berikut:
  1. MSCI World Index MSCI World Index mencakup saham-saham dari negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, Inggris, dan Jerman. Indeks ini berisi lebih dari 1,5 ribu saham larger-cap dan mid-cap, sehingga sering dijadikan acuan utama untuk melihat kinerja pasar saham negara-negara maju secara keseluruhan.
  2. MSCI Emerging Markets Index Indeks ini fokus pada negara berkembang, termasuk Tiongkok, India, Brasil, Korea Selatan, dan Indonesia. MSCI Emerging Markets kerap digunakan untuk menilai potensi pertumbuhan ekonomi negara berkembang yang cenderung lebih volatil, namun menawarkan peluang imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan pasar maju.
  3. MSCI All Country World Index (ACWI) MSCI ACWI menggabungkan saham dari negara maju dan negara berkembang dalam satu indeks global. Dengan cakupan yang sangat luas, indeks ini menjadi patokan investor internasional untuk mengukur kinerja pasar saham dunia secara menyeluruh.
  4. MSCI Country Index (termasuk MSCI Indonesia Index) MSCI Country Index menilai kinerja saham di masing-masing negara secara spesifik, salah satunya MSCI Indonesia Index. Indeks ini digunakan investor global untuk memantau sentimen, risiko, dan daya tarik pasar saham Indonesia secara langsung.


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
  Peran penting MSCI bagi investor  
Melansir dari Sahabat Pegadaian, berikut peran sentral MSCI dalam dunia investasi khususnya bagi para investor:
 

  1. Patokan menilai kinerja investasi: Indeks MSCI dipakai sebagai pembanding untuk melihat apakah kinerja investasi sudah bagus atau belum. Jika hasil investasi bisa mengalahkan indeks MSCI, berarti pengelola dana dianggap bekerja dengan baik.
  2. Gambaran penilaian investor asing: Status suatu negara di indeks MSCI menunjukkan bagaimana investor asing memandang pasar saham negara tersebut. Selama Indonesia masuk kategori MSCI Emerging Market Index, artinya pasar masih berkembang. Jika statusnya naik, kepercayaan investor global biasanya ikut meningkat.
  3. Penentu masuk dan keluarnya dana: Banyak reksa dana dan Exchange Traded Funds (ETF) mengikuti indeks MSCI secara otomatis. Ketika sebuah saham masuk atau keluar dari indeks MSCI, dana-dana ini akan ikut membeli atau menjual saham tersebut, sehingga harga saham bisa bergerak cukup besar.
  Dampak pembekuan sementara MSCI  
Berikut sejumlah dampak yang ditimbulkan akibat pembekuan sementara yang dilakukan MSCI terhadap saham Indonesia, dilansir dari Media Indonesia:
 
  1. IHSG anjlok tajam: Pembekuan MSCI memicu aksi jual besar-besaran, terutama di saham-saham besar untuk mengamankan aset.
  2. Dana asing keluar: Investor global yang mengikuti indeks MSCI akan menahan bahkan menarik dananya, hal ini menyebabkan arus modal asing keluar dari pasar saham Indonesia.
  3. Tekanan pada rupiah: Keluarnya dana asing akan berimbas pada stabilitas nilai tukar akibat meningkatkan permintaan dolar AS. Sehingga hal ini memberi tekanan pada nilai tukar rupiah.
  4. Risiko turun status pasar: Jika masalah transparansi tidak segera dibenahi, Indonesia berisiko diturunkan dari kategori Emerging Market ke Frontier Market, yang dapat mengurangi minat investor global. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Flyover Latumeten Jakbar Mulai Dibangun, Catat Rekayasa Lalinnya
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Bantah Negosiasi ke AS di Tengah Kekhawatiran Perang: Setop Mengancam
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
30 Kata mutiara untuk anak muda tentang pernikahan, fokus pada pembekalan dan ketahanan diri
• 4 jam lalubrilio.net
thumb
Hasil Liga Champions: Liverpool vs Qarabag, Mohamed Salah Cetak Gol, The Reds Menang Telak
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Hati-Hati! 5 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir, Ketinggian hingga 40 Cm
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.