Iran Bantah Negosiasi ke AS di Tengah Kekhawatiran Perang: Setop Mengancam

viva.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

Teheran, VIVA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah klaim Presiden AS Donald Trump, bahwa Teheran memohon negosiasi setelah armada militer Washington dalam jumlah besar sedang bergerak menuju Iran. 

Araghchi mengatakan bahwa "tidak ada kontak baru-baru ini" dengan utusan Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff di tengah meningkatnya kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Tehran.

Baca Juga :
Korban Tewas Akibat Badai Salju AS Bertambah Jadi 62 Orang
Korban Tewas Akibat Badai Salju di AS Jadi 51 Orang

"Tidak ada kontak antara saya dan Witkoff dalam beberapa hari terakhir, dan kami tidak melakukan pembicaraan," kata Araghchi kepada media pemerintah seperti dikutip Kantor Berita Fars.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah berulang kali menghubungi Washington untuk membuka jalur negosiasi, di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Axios pada Senin.

Trump menyebut situasi dengan Iran "berubah-ubah" seiring pengerahan kekuatan militer AS ke wilayah tersebut. Meski demikian, ia meyakini Teheran sebenarnya ingin mencapai kesepakatan.

Pada saat yang sama, Trump menegaskan bahwa jalur diplomasi masih terbuka. Ia mengklaim Iran secara aktif berupaya melakukan kontak dengan Washington.

"Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin berbicara," ujar Trump. 

Araghchi mengatakan sejumlah negara yang bertindak sebagai perantara dan tetap berhubungan dengan Iran, mencatat bahwa banyak negara di kawasan berbagi kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan.

"Negara-negara di kawasan ini memahami bahwa adanya ancaman militer dalam bentuk apa pun akan menggoyahkan seluruh kawasan," dia memperingatkan.

Setop Mengancam Jika Ingin Negosiasi

Araghchi menyeru AS untuk menanggalkan apa yang dia gambarkan sebagai ancaman, tuntutan berlebihan, dan memunculkan "isu-isu yang tidak masuk akal," dengan alasan bahwa negosiasi memiliki prinsip-prinsipnya sendiri dan harus berlangsung secara setara.

"Negosiasi di bawah ancaman tidak akan berhasil," katanya, dan menambahkan kendati banyak tokoh dan negara telah menyatakan minat menjadi penengah atau telah melakukan kontak, sikap Iran "tetap tidak berubah."

"Jika mereka ingin negosiasi berjalan lancar, mereka (AS) harus meninggalkan ancaman, tuntutan yang berlebihan, dan pengangkatan isu-isu yang tidak rasional," tegasnya

Baca Juga :
Presiden Iran Sebut AS Bermuka Dua: Mau Dialog Tapi Siapkan Opsi Militer
Eks Diplomat Korut: Penggulingan Maduro Jadi Mimpi Buruk Kim Jong Un
Kepala BPJPH Pastikan Indonesia-AS Sudah Sepakat soal Kewajiban Produk Halal

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir di Jalan Daan Mogot Jakbar Capai 60 Cm, Motor Tak Bisa Melintas
• 5 jam laludetik.com
thumb
Efisiensi, Persaingan Usaha, dan Peran KPPU
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Roy Suryo Cs Berencana Laporkan Balik Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis
• 54 menit lalurctiplus.com
thumb
Kemenag Ajukan Rp5,87 Triliun untuk Pastikan Pembayaran Tunjangan Guru dan Dosen 2026
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Mitos ASI Tidak Cukup: Tantangan Edukasi yang Dihadapi Konselor Laktasi
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.