Grid.ID - Bencana tanah longsor yang menimpa kampung di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat belakangan memang mengejutkan banyak pihak. Gegara hal itu, Dedi Mulyadi berniat ubah lokasi yang terdampak menjadi kawasan hutan.
Seperti yang diketahui sebelumnya, kawasan di kampung tersebut memang menjadi menjadi loksi timbunan longsor yang bahkan merenggut korban jiwa. Dedi Mulyadi juga sampai turun langsung membantu para petugas dan warga melakukan proses pencarian korban.
Imbas dari kejadian itu, Dedi berjanji akan memberikan santunan Rp 25 juta untuk para ahli waris. Dimana Dedi Mulyadi berniat untuk merelokasi pemukiman warga.
"Cisarua sudah jelas konsepnya kan yang meninggal kita akan santuni Rp25 juta terhadap ahli warisnya. Rumah-rumahnya akan kita relokasi, biaya untuk hidup dua bulan sudah kita berikan.
Kemudian yang meninggal, yang terkubur terus dievakuasi ya, hari ini di cari," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id, Rabu (28/1/2026).
Tak berhenti sampai di situ, Dedi Mulyadi berniat ubah lokasi itu untuk ditanami tanaman hutan. Yang diharapkan bisa menahan agar kejadian tanah longsor serupa tidak terulang kembali.
"Kemudian setelah itu kita akan segera relokasi dan wilayah itu akan saya hutankan dan konsep untuk bangun rumahnya sesuai dengan lingkungan, tanahnya Insya Allah kita penuhi," imbuh Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, Dedi menyinggung pula terkait kebiasaan warga yang abai tatkala sudah diberikan peringatan dini.
"Yang berikutnya adalah mencegah enggak boleh terjadi lagi di tempat lain. Di kita ini kan kebiasaan warga kita ini kalau di kasih peringatan dini itu enggak nurut.
Kasus yang di (Kabupaten) Bandung sajakan yang desa Arjasari. Arjasari kan sudah ada belah tapi kan bandel," beber Dedi Mulyadi.
Dedi juga menilai masyarakat banyak yang belum sadar akan pentingnya mitigasi kebencanaan itu sendiri.
"Nah, bangsa kita kebiasaan ribut setelah kejadian, tidak pernah ribut sebelum kejadian. Lebih baik menurut saya ribut sebelum kejadian daripada ribut setelah kejadian," tandas Dedi Mulyadi.
Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, sebelum Dedi Mulyadi berniat ubah lokasi itu untuk ditanami tanaman hutan, sang Gubernur Jawa Barat itu sempat mengalami kesulitan saat berusaha menolong korban longsor. Saat itu, Dedi Mulyadi sampai berteriak meminta linggis yang diucapkannya berkali-kali kepada petugas di lokasi.
"Linggis mana linggis," teriak Dedi Mulyadi.
Usut punya usut, saat itu Dedi menemukan salah seorang korban longsor yang terjepit batu dan pohon. Ada pula yang tergulung kasur, dan tertimpa pepohonan.
Itulah sebabnya, saat petugas evakuasi datang tak dipungkiri menemui banyak hal yang menjadi tantangan untuk segera melakukan proses penyelamatan.
"Ada korban yang sedang tidur, tergulung kasur dan selimut, kemudian tertimpa batu dan pohon. Itu yang membuat proses evakuasi menjadi sulit," beber Dedi Mulyadi. (*)
Artikel Asli


