Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, angkat bicara soal pedagang sate liar di Malioboro berguling-guling dan berteriak histeris saat hendak ditertibkan Satpol PP.
Wawan mengatakan petugas akan lebih sering sosialisasi dan menertibkan PKL di Malioboro. Sesuai aturan Malioboro saat ini bebas PKL.
"Kita akan tetap intensif supaya kota itu lebih tertata. Jadi memang tidak boleh di situ," kata Wawan ditemui di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Kamis (29/1).
Patroli akan tetap terus dilakukan oleh Satpol PP. Menurutnya pedagang sate liar ini keberadaannya hilang timbul.
"Daerah situ tiba-tiba ada muncul banyak. Petugasnya hilang (lalu PKL) pada ngumpul lagi. Ya kita aturan harus tetap ditegakkan harus kita jaga di sana," katanya.
Sementara ini petugas akan mengedepankan sosialisasi dan pembinaan. Harapannya para PKL bisa mengindahkan aturan yang ada.
"Kita sosialisasi ke mereka berikan pemahaman, pengertian, karena memang aturan harus kita cermati," pungkasnya.
Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Yogyakarta Dodi Kurnianto mengatakan peristiwa terjadi Selasa (27/1) malam saat anggota Satpol PP menggelar kegiatan penertiban PKL di kawasan Malioboro, khususnya di Jalan Suryatmajan.
Ibu penjual sate yang ada dalam video itu panik saat ada petugas. Dia berlari dan nampan dagangannya tumpah.
Penjual sate liar ini sebelumnya sudah kerap ditertibkan petugas. Keberadaan sate liar ini dikeluhkan oleh pengunjung hingga toko-toko di kawasan Malioboro, termasuk soal asap dan sampah yang ditimbulkan.




