Ariana Grande Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Tren Oversized

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

SELAMA bertahun-tahun, Ariana Grande identik dengan hoodie kebesaran, sweatshirt panjang, hingga boots tinggi. Gaya oversized itu bukan hanya melekat pada dirinya, tapi juga sempat menjadi tren global yang ditiru jutaan penggemar.

Namun kini, terungkap fakta mengejutkan, fashion statement tersebut bukan sekadar estetika atau strategi branding. Ariana mengakui, oversized outfit justru lahir dari kondisi mental yang rapuh.

Pengakuan Ariana: Pakaian sebagai Bentuk Perlindungan Diri

Dalam wawancara bersama media internasional dan segmen fashion di Vogue, Ariana menyebut periode 2017-2018 sebagai masa hidup yang terasa “aneh” dan melelahkan secara emosional.

Baca juga : Ariana Grande Hidupkan Kembali Gaya Rambut Ikonis Ponytail di Golden Globes

Di tengah tekanan besar, pakaian oversized menjadi cara paling sederhana baginya untuk tetap keluar rumah tanpa harus sepenuhnya “hadir” di depan sorotan publik.

Hoodie besar, menurut Ariana, memberi rasa aman.

Bukan untuk tampil menonjol, tetapi justru untuk bersembunyi.

Baca juga : Kylie Minogue Incar Kolaborasi Natal dengan Michael Bublé dan Ariana Grande

Ia juga mengungkap bahwa saat itu ia tidak punya energi mental untuk memikirkan penampilan secara detail. Kenyamanan dan rasa terlindungi menjadi prioritas utama.

Trauma dan Kehilangan di Balik Tren

Booming gaya oversized Ariana ternyata bertepatan dengan rangkaian tragedi besar dalam hidupnya.

Salah satunya adalah serangan bom di konser Manchester pada 2017, yang menewaskan puluhan orang dan meninggalkan dampak psikologis mendalam bagi Ariana.

Tak lama setelah itu, ia juga harus menghadapi kematian mantan kekasihnya, Mac Miller, pada 2018.

Ariana secara terbuka mengakui kehilangan tersebut sangat memukul dan memengaruhi keseimbangan emosinya dalam waktu lama.

Dalam konteks inilah, busana tertutup dan longgar menjadi semacam mekanisme bertahan.

Dari Coping Pribadi Menjadi Fenomena Budaya Pop

Yang menarik, pilihan personal Ariana justru berubah menjadi tren masif.

Apa yang awalnya merupakan bentuk perlindungan emosional, kemudian diadopsi industri fashion sebagai simbol kenyamanan dan identitas generasi pop saat itu.

Hoodie besar, sweater panjang, dan siluet longgar menjadi lebih dari sekadar gaya, melainkan bagian dari budaya.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana pengalaman mental seorang figur publik bisa secara tidak langsung membentuk estetika populer.

Pengakuan Ariana memberi perspektif baru, tidak semua gaya lahir dari kemewahan atau strategi citra.

Dalam kasus Ariana Grande, oversized outfit adalah bentuk perlindungan diri di tengah tekanan ekstrem. Kadang, fashion bukan soal tampil menonjol, tetapi soal bertahan. (People.com/Z-10)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Maaf dari Guru SD di Pamulang yang Dipolisikan Usai Nasihati Murid...
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Bahlil Ungkap Peta Jalan Pembangkit Nuklir Sudah Tuntas
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kenapa FOMO dapat Menjadi Penyebab Stres di Kalangan Generasi Muda?
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pelabuhan Muara Angke Dipadati 2.500 Kapal, Daya Tampung Ideal 500
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Ambisi PSI Gusur Nasdem Jadi Juara di Sulsel
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.