Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Diklat PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M Ditutup Jumat, Evaluasi Awal Capai 90 Persen.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meminta para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M untuk tetap menjaga kebugaran fisik hingga masa keberangkatan ke Tanah Suci, meski pendidikan dan pelatihan (diklat) segera berakhir.
Diklat yang berlangsung selama 20 hari di Asrama Haji Pondok Gede dijadwalkan ditutup secara resmi pada Jumat, 30 Januari 2026.
“Masih ada waktu dua hingga tiga bulan sebelum keberangkatan. Waktu itu harus dimanfaatkan untuk menjaga kebugaran agar benar-benar siap saat bertugas,” ujar Irfan Yusuf saat meninjau persiapan penutupan diklat di Lapangan Makodau I, Jakarta, Kamis.
Menhaj menegaskan, meski pelatihan tatap muka selesai, proses pembekalan petugas belum berakhir. Para peserta masih diwajibkan mengikuti pendalaman bahasa Arab secara daring serta pemantauan kondisi fisik secara berkala.
"Kita berharap teman-teman tidak berhenti belajar setelah diklat ini selesai," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan semangat pelayanan, mengingat tantangan cuaca dan medan di Arab Saudi.
Terkait evaluasi diklat, Menhaj menyebut hasil awal menunjukkan capaian positif. “Evaluasi awal sekitar 90 persen hasilnya baik. Laporan tertulis lengkap akan saya terima besok,” katanya.
Menhaj berharap Presiden Prabowo Subianto dapat hadir langsung untuk menutup diklat tersebut. Menurutnya, kehadiran Presiden akan menjadi motivasi tambahan bagi para petugas haji.
"Ada beberapa kriteria dan poin penilaian kehadiran, namun tim protokol sudah mengecek lokasi. Kita berdoa semoga beliau bisa hadir besok," ujar Menhaj.
Penutupan diklat ini menjadi bagian dari persiapan awal Indonesia dalam menyongsong penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M dengan pelayanan yang lebih profesional.
Editor: Redaksi TVRINews


