Pedagang Es Gabus yang Difitnah Aparat Dapat Bantuan Sembako-Uang dari Gibran

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Pedagang es gabus, Suderajat (49) yang dituduh polisi dan TNI menggunakan bahan spons mendapat bantuan sembako dan uang dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Rabu (28/1/2026).

Andi, anak Suderajat mengatakan bahwa bantuan sembako tersebut diantar oleh staf Wapres Gibran. Saat itu tidak ada pesan dari Gibran untuk Suderajat.

"Dari Wapres ada uang sama sembako," kata Andi saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Akhir Kasus Pedagang Es Gabus Difitnah Aparat, Polisi-TNI Minta Maaf dan Beri Bantuan

Andi juga mengaku belum mengetahu isi sembako dan jumlah uang yang diberikan Gibran karena belum dibuka oleh orangtuanya.

"Sembakonya belum tahu isinya apa, amplop (uang) belum dibuka," ujar Andi.

Selain itu, Suderajat bersama istri mendapatkan hadiah umrah dari influencer Aisar Khaled, Rabu kemarin. Rencananya, Suderajat dan istri berangkat umrah pada 6 Februari 2026.

"Iya dapat hadiah umrah dari Aisar. Alhamdulillah banget, bapak berdua sama ibu (yang pergi)," kata Andi.

Baca juga: Atap Rumah Pedagang Es Gabus yang Dituduh Pakai Spons Ambruk Akibat Hujan Deras

Suderajat juga menerima hadiah kulkas hingga televisi dari influencer lain.

Kronologi

Suderajat (49), pedagang es gabus asal Depok, mengaku mengalami kekerasan fisik setelah dituduh menjual es berbahan spons saat berjualan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026).

Suderajat menuturkan, hari itu ia berangkat bekerja seperti biasa sejak pukul 04.00 WIB dengan mengambil barang dagangan dari sebuah pabrik rumahan di Depok Lama.

Dari Stasiun Depok, ia menuju Kemayoran dan berjualan di sekitar lingkungan sekolah. Sekitar pukul 10.00 WIB, empat hingga lima orang menghampirinya dengan dalih ingin membeli es gabus.

“Pertama (mereka) datang beli es kue, terus es nya dibejek-bejek. Kata bapaknya itu es racun,” ucap Suderajat saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: Propam Selidiki Pelanggaran Pidana Polisi yang Fitnah-Aniaya Pedagang Es Gabus

Menurut Suderajat, es gabus yang dijualnya kemudian dituding mengandung racun dan bahan spons.

Tekstur es tersebut bahkan disebut menyerupai kapas bedah. Setelah dihancurkan, es gabus itu dilempar ke arah wajahnya hingga menyebabkan luka gores di pipi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Esnya dibejek sampai hancur. Ini dekat mata saya jadi sakit sama bahu nyeri,” ujar Suderajat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kali Bekasi Meluap, Gang Mawar Kota Bekasi Banjir 90 cm
• 10 jam laluidntimes.com
thumb
Yoo Seonhoo dan Shin Eun Soo Resmi Dikonfirmasi Berpacaran
• 12 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Pusat Kesehatan Kini Wajib Pakai Rekam Medis Elektronik
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Artis Nasional Siap Semarakkan HUT Kabupaten Takalar ke-66
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Teknik Ecoprint Jadi Media Pembelajaran Kreatif Berbasis Lingkungan, Membatik dengan Daun
• 14 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.