JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kekeringan terjadi di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, di tengah bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah lain di Indonesia.
BNPB merangkum laporan kejadian bencana yang terjadi pada periode 28–29 Januari 2026. Pada periode tersebut, tercatat laporan kejadian bencana termasuk kekeringan di Bondowoso.
“Di tengah tingginya intensitas hujan yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah, sebagian daerah lainnya justru mengalami kekeringan, seperti yang terjadi di Kabupaten Bondowoso,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Kamis (29/1/2026).
“Kondisi ini disebabkan oleh menurunnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga lahan persawahan tidak memperoleh pasokan air yang memadai dan mengakibatkan tanah mengering,” tambahnya.
Baca Juga: [FULL] Kondisi Usai Hujan Deras Rendam Jalan di Panjaitan dan Cawang Jakarta Timur | KOMPAS SIANG
Muhari menjelaskan, kekeringan tersebut terjadi di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso.
“Kekeringan tersebut berdampak pada 149 KK,” tambahnya.
“Sebagai langkah respons cepat, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bondowoso bersama pemerintah daerah setempat telah melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak,” urainya.
Selain kekeringan di Bondowoso, BNPB mencatat sejumlah peristiwa bencana lain yang didominasi banjir dan cuaca ekstrem.
Muhari menuturkan, hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang memicu terjadinya banjir di Kelurahan Margadadi dan Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat pada Selasa (27/1/2026).
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- kekeringan di bondowoso
- kekeringan
- banjir
- cuaca ekstrem




