- Hujan deras mengakibatkan banjir meluas di 35 RT dan 10 ruas jalan di Jakarta.
- Jakarta Timur paling parah dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter akibat luapan Kali Ciliwung.
- BPBD DKI mengerahkan personel gabungan untuk menyedot genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi.
Suara.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Rabu petang mengakibatkan genangan air semakin meluas hingga Kamis (29/1/2026) siang.
Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 35 Rukun Tetangga (RT) dan 10 ruas jalan di Ibu Kota terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi.
"Saat ini, terdapat 35 RT dan 10 ruas jalan tergenang," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.
Wilayah Jakarta Timur menjadi titik terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.
Sebanyak 14 RT di Jakarta Timur yang mencakup wilayah Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, hingga Cililitan kini tengah bergelut dengan genangan banjir.
Sementara itu, di Jakarta Barat, banjir menggenangi 14 RT di kawasan Duri Kosambi, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, dan Kedoya Selatan dengan ketinggian hingga 80 sentimeter akibat luapan Kali Pesanggrahan dan Angke Hulu.
Kondisi ini membuat 14 jiwa dari tiga kepala keluarga di Kelurahan Kedaung Kali Angke terpaksa mengungsi ke masjid terdekat.
Bergeser ke Jakarta Selatan, tercatat enam RT di Cipulir, Kuningan Barat, dan Pejaten Timur turut terdampak genangan air setinggi 50 sentimeter akibat curah hujan tinggi.
Satu RT di Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, juga tidak luput dari kepungan air setinggi 50 sentimeter dengan penyebab serupa seperti di Jakarta Selatan.
Baca Juga: Normalisasi Kali Ciliwung Dilanjutkan, Kadis SDA: Bisa Tekan Risiko Banjir 40 Persen
Tak hanya merendam permukiman warga, 10 ruas jalan utama seperti Jalan Daan Mogot dan Jalan Ciledug Raya juga terhambat oleh genangan air.
Status Waspada atau Siaga 3 pun dilaporkan masih bertahan di sejumlah pintu air strategis, mulai dari Bendung Katulampa, Pos Sunter Hulu, hingga Pintu Air Manggarai.
Terkait upaya penanggulangan di lapangan, Yohan menjelaskan bahwa BPBD DKI Jakarta bersama dinas-dinas terkait sedang berupaya keras untuk menangani banjir kali ini.
"BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan," kata dia.
Petugas gabungan juga berjibaku untuk memastikan tali-tali air berfungsi maksimal agar genangan dapat segera surut dalam waktu cepat.
BPBD DKI Jakarta tidak lupa mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan yang bisa saja meluas, mengingat hujan masih terjadi di wilayah Ibu Kota.



