Liputan6.com, Jakarta - Di antara gedung-gedung tinggi Jakarta Utara, Kampung Tongkol berdiri sebagai potret lain wajah ibu kota. Permukiman yang terletak di RT 07/RW 01, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan ini tumbuh di sisi rel kereta api. Hanya beberapa meter dari lintasan KRL Commuter Line Bekasi/Cikarang–Kampung Bandan. Tiap kereta melintas 2–5 menit sekali, tembok rumah sempit itu mengguncang.
Di balik suara logam yang beradu, ratusan warga hidup di lorong-lorong sempit yang nyaris tak pernah disentuh matahari.
Advertisement
Liputan6.com coba mendatangi lokasi Kampung Tongkol pada Rabu, 14 Januari 2026 sore. Setibanya di sana, terlihat beberapa sudut gang di Kampung Tongkol yang tidak ada lampu. Alhasil, saat melaluinya harus perlahan dan hati-hati agar tidak tersandung.
Rumah-rumah berdempetan, gang selebar bahu orang dewasa, dan lampu menyala siang-malam seolah menggantikan peran cahaya yang tak pernah benar-benar hadir.
Di ruang sempit inilah ratusan warga membangun hidup, bertahan, dan menua di tengah kota yang terus bergerak maju dan udara yang nyaris tak bergerak dihimpit tembok-tembok yang rapat.




