Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Seluruh penumpang dan kru berjumlah 15 orang dinyatakan tewas setelah pesawat jatuh di wilayah pegunungan .
Maskapai penerbangan milik negara Kolombia, Satena, mengonfirmasi bahwa salah satu armada pesawatnya jatuh di wilayah utara negara tersebut pada Rabu 28 Januari 2026.
Kecelakaan tragis ini mengakibatkan seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 15 orang dinyatakan meninggal dunia.
Dalam pernyataan resminya, pihak Satena menyebutkan bahwa pesawat berjenis Beechcraft 1900 tersebut "mengalami kecelakaan fatal." Hingga saat ini, otoritas penerbangan belum memberikan detail lebih lanjut mengenai penyebab pasti jatuhnya pesawat. Tim penyelamat telah berhasil menemukan puing-puing pesawat di area pegunungan yang terjal.
Kehilangan Kontak Menjelang Mendarat
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa pesawat kehilangan kontak dengan menara pengawas sekitar pukul 12:05 waktu setempat (17:05 GMT).
Insiden ini terjadi hanya 11 menit sebelum jadwal pendaratan yang direncanakan di kota Ocaña, sebuah wilayah yang terletak di dekat perbatasan Venezuela.
Berdasarkan manifest penumpang resmi yang dirilis, terdapat sejumlah tokoh publik di dalam penerbangan tersebut. Di antaranya adalah; anggota legislatif Diógenes Quintero Amaya serta Carlos Salcedo, yang merupakan kandidat dalam pemilihan kongres mendatang.
Investigasi Masih Berlangsung
Pihak maskapai dan otoritas terkait saat ini tengah memfokuskan upaya pada proses evakuasi korban dan pengumpulan data di lokasi kejadian.
"Pesawat kami mengalami kecelakaan fatal," ungkap pernyataan singkat dari Satena tanpa merinci kendala teknis atau cuaca yang mungkin memicu insiden tersebut. Lokasi jatuhnya pesawat yang berada di medan pegunungan menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Pemerintah Kolombia diharapkan segera memulai investigasi menyeluruh untuk menentukan penyebab kecelakaan udara ini, sementara duka mendalam menyelimuti keluarga korban dan dunia politik negara tersebut.
Editor: Redaksi TVRINews




