6 Calon Petugas Haji Dicopot dari Diklat PPIH 2026, Ini Penyebabnya

disway.id
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Seleksi menjadi "pelayan" tamu Allah tahun ini sangat ketat. Meski sudah menapakkan kaki di fase Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, jaminan untuk terbang ke Tanah Suci ternyata belum di tangan.

Buktinya, sebanyak enam peserta diklat di Asrama Haji Pondok Gede resmi dicopot dan dipulangkan sebelum masa Diklat berakhir.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa 1.685 peserta yang mengikuti diklat sejak 10 Januari lalu masih dalam pantauan ketat.

BACA JUGA:Menhaj Irfan Yusuf Ingatkan Tugas Calon Petugas Haji Belum Berakhir Usai Diklat

Status kepesertaan mereka bisa gugur sewaktu-waktu jika tidak memenuhi standar tinggi yang ditetapkan.

"Ada faktor kesehatan yang sangat krusial. Berdasarkan Medical Check-Up (MCU) lanjutan di lokasi, ditemukan ada peserta yang mengidap penyakit jantung serius, bahkan harus pasang ring. Kami tidak ingin ambil risiko di Arab Saudi nanti," tegas Dahnil saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (29/1).

Dahnil menekankan, dalam diklat ini tidak ada istilah "anak emas". Perlakuan terhadap peserta disama-ratakan tanpa melihat latar belakang profesi. Apakah dia seorang profesor atau pejabat publik, jika melanggar aturan kedisiplinan dan kehadiran, sanksi tegas menanti.

"Pak Menteri dan saya tidak ikut campur soal penilaian. Semua wewenang instruktur. Kalau ada yang kecewa karena dicopot, itu wajar, tapi aturan harus tegak. Jangan sampai ada niat cuma 'nebeng' naik haji tanpa mau melayani," imbuhnya.

BACA JUGA:Wamenhaj Tegaskan Peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 Belum Tentu Lolos Petugas Haji

Senada dengan Wamen, sebelumnya Wakil Komandan (Wadan) Diklat PPIH 2026, Kolonel (Purn) Muftiono menjelaskan bahwa diklat yang menggandeng unsur TNI dan Polri ini memang menerapkan disiplin semi militer.

Hal ini dilakukan untuk membentuk mental petugas yang akan menjadi ujung tombak pelayanan di lapangan.

"Sejak hari pertama sudah kami sampaikan, ikut diklat bukan berarti otomatis jadi petugas haji. Ini adalah bagian dari seleksi. Mereka yang tidak jujur soal kesehatan atau tidak disiplin, langsung kami keluarkan," kata Muftiono.

Hingga kini, para peserta yang tersisa masih harus berjuang menunjukkan performa terbaik hingga penutupan resmi pada Jumat (30/1).

Rencananya, Presiden Prabowo Subianto akan hadir langsung untuk menutup rangkaian diklat tersebut.

BACA JUGA:Menteri PPPA Apresiasi Petugas Haji Perempuan Tembus 33 Persen, Ingatkan Layanan Spesifik hingga Skema Kamar

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Genangan Surut, Jalan Daan Mogot Sudah Bisa Dilintasi Kendaraan
• 6 jam lalusuara.com
thumb
5 Ajang Wisata di Riau Masuk Karisma Event Nusantara 2026, Ini Daftarnya
• 10 jam lalunarasi.tv
thumb
Apa Kekuatan Jinbe? Jadi Kru ke-10 Bajak Laut Topi Jerami di One Piece
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Harga Timah Melesat Hampir 2 Persen Hari Ini, CPO Naik Tipis
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Golkar Terbuka Bahas Usulan soal Ambang Batas Parlemen Dihapus
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.