Riau telah mencatatkan keberhasilan dalam dunia pariwisata dengan masuknya lima agenda wisata unggulan ke dalam kalender nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Berdasarkan keputusan Menteri Pariwisata yang tercantum dalam Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026 menyatakan bahwa dari 125 acara budaya yang berasal dari 38 provinsi.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas, mennyampaikan bahwa ajang-ajang yang telah masuk dalam KEN harus dijaga keberlanjutannya. Tidak cukup hanya mendapatkan pengakuan, tetapi juga penting untuk memastikan peningkatan dalam kualitas penyelenggaraan.
“Tentu yang masuk KEN ini harus kita pertahankan. Jadi Karisma Event Nusantara, tentunya kalau sudah masuk tandanya sudah masuk dalam kalender event pusat nasional,” katanya di Pekanbaru, Kamis (29/1/2026).
Lima Event Wisata Unggulan RiauAdapun lima ajang yang resi masuk dalam KEN 2026, yaitu:
Festival Perang Air di Kepulauan MerantiFestival ini digelar di Selat Panjang menjadi satu-satunya perayaan Perang Air di Indonesia. Event ini tidak hanya sekadar permainan, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan budaya lokal.
Pacu Jalur di Kuantan SingingiPacu Jalur, tak kalah menarik, merupakan ajang perlombaan perahu tradisional yang diadakan di Kabupaten Kuantan Singingi. Perlombaan ini melibatkan perahu-perahu hias yang diukir dengan indah dan dikayuh oleh para peserta.
Subayang Festival di KamparFestival ini menampilkan berbagai kesenian, kuliner, dan atraksi budaya yang melibatkan masyarakat setempat. Kegiatan komunitas untuk memperkuat identitas budaya Riau dan menarik minat wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman otentik.
Bakar Tongkang di Kabupaten Rokan HilirRitual sakral masyarakat Tonghoa Rokan Hilir ini untuk mengenang sejarah leluhur sejak 1883 puncaknya terjadi saat tiang tongkang tumbang. Dimana masyarakat percaya sebagai penanda rezeki, dan simbol pertemuan nilai spiritual dan kebersamaan sosial.
Kenduri Riau di Kota PekanbaruPesta rakyat ini menghadirkan kembali semangat budaya Melayu melalui pertunjukan tari yang anggun, alunan musik tradisional yang merdu, serta ragam fesyen etnik dan sajian kuliner khas daerah.


