Populasi Ikan Sapu-Sapu Meledak, Ekosistem Sungai Ciliwung Terancam-Serius Ini Hewan?

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) kini menjadi perhatian serius di Sungai Ciliwung. Spesies ikan air tawar yang dikenal mampu bertahan di perairan tercemar ini berkembang biak secara masif dan bersifat invasif, sehingga berpotensi merusak keseimbangan ekosistem sungai.

Sungai Ciliwung yang mengalir dari Bogor hingga Jakarta Utara merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya. Namun, kualitas sungai ini terus mengalami penurunan. Melansir greennetworking.id, sejak masa penjajahan hingga kini, Ciliwung menghadapi berbagai persoalan, mulai dari pertumbuhan penduduk, tumpukan sampah plastik, hingga limbah industri yang tidak dikelola dengan baik. Kondisi tersebut membuat habitat alami sungai semakin terdegradasi.
 

Baca Juga :

Waspada Musim Hujan, Ini Cara Cegah Hewan Masuk ke Dalam Rumah-Serius Ini Hewan?
  Ikan Sapu-Sapu Disebut Hama Ikan sapu-sapu disebut sebagai hama karena bukan merupakan spesies asli Indonesia. Ikan ini berasal dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah, serta memiliki kemampuan berkembang biak yang sangat cepat. Tidak adanya predator alami yang mampu mengendalikan populasinya membuat ikan ini mendominasi perairan Sungai Ciliwung.

Data menunjukkan, sejak 2009 populasi ikan lokal di Sungai Ciliwung mengalami penurunan seiring meningkatnya jumlah ikan sapu-sapu. Meski dikenal sebagai pemakan alga dan lumut, ikan ini juga diketahui memakan telur ikan dari spesies lokal lain, sehingga memperparah penurunan populasi ikan asli.

Pada 2025, sejumlah studi menyebutkan ikan sapu-sapu menjadi spesies dengan populasi tertinggi di Sungai Ciliwung. Kemampuan adaptasinya yang tinggi terhadap perairan dengan tingkat pencemaran berat membuat ikan ini tetap bertahan dan berkembang, sementara spesies lain justru terancam. Dampak Terhadap Ekosistem Overpopulasi ikan sapu-sapu tidak hanya berdampak pada berkurangnya keanekaragaman hayati di Sungai Ciliwung, tetapi juga menurunkan kualitas air. Kondisi ini mengancam kehidupan organisme akuatik lainnya dan mengganggu rantai makanan alami.

Cuaca ekstrem yang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir turut memperburuk kondisi Sungai Ciliwung. Tanpa penanganan yang tepat, keberadaan ikan sapu-sapu dikhawatirkan akan semakin mempercepat kerusakan ekosistem sungai di kawasan tersebut.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Adrian Bachtiar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mensesneg: Perpres Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc Segera Ditandatangani Presiden
• 21 jam lalumatamata.com
thumb
Wacana Relokasi Kampung Bilik Tak Ada Titik Tengah, Warga Bertahan Sampai Ada Kejelasan
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Yusril: Aparat Viral Usai Tuduh Pedagang Es Gabus akan Ditindak
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Conor McGregor Kian Gencar Latihan, Musuh Khabib Nurmagomedov Segera Comeback di UFC?
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Sepanjang 2025, Pernikahan Anak di Bawah Umur Mencapai 7.590 Kasus di Jawa Timur
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.