Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan akan mengutamakan produksi dalam negeri dalam pengadaan 30 rangkaian gerbong kereta atau trainset baru untuk kereta rel listrik (KRL).
Di tengah keterbatasan waktu pengadaan, alih-alih impor, Bobby memastikan akan mengoptimalkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dengan modal Rp5 triliun tersebut.
“Tentunya kan waktu itu kami janji, TKDN-nya dioptimalkan. Jadi kami mengutamakan industri dalam negeri,” kata Bobby kepada wartawan, dikutip pada Kamis (29/1/2026).
Dengan kata lain, KAI akan mengandalkan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dalam pengadaan KRL yang diminta langsung oleh Prabowo Subianto.
Bobby menjelaskan, saat ini pengadaan 30 trainset kereta rel listrik (KRL) sesuai permintaan Presiden Prabowo Subianto tersebut terus berporgres dan tengah masuk tahapan desain kereta dan jaringannya.
Prabowo pun memberikan waktu satu tahun, dengan tenggat pada akhir tahun ini, untuk KAI menghadirkan 30 trainset.
Baca Juga
- Momen Rel Patah di Sudimara Hambat KRL Green Line yang Dijajal Menhub Dudy
- Kabar Baik! Tarif KRL Dipastikan Tidak Naik Tahun Ini
- KAI Pakai PMN Rp1,8 Triliun untuk Pengadaan 12 Trainset KRL Baru
Bobby pun memastikan pengadaan akan sesuai dengan janji tersebut. Namun, dirinya memastikan pengadaan belum dapat terwujud pada semester I/2026 ini.
“Belum bisa [terwujud di semester I/2026]. Bikin kereta membutuhkan waktu. Kemudian jaringan LAA [listrik aliran atas] juga kita harus tingkatkan. Janjinya kan setahun,” tuturnya.
Mengingat, INKA juga tengah menggarap 12 pesanan KRL yang ditargetkan sampai tahun ini. Dengan kata lain, INKA perlu menggarap total 42 KRL pada tahun ini.
Padahal sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa sebagian kereta akan dipesan dari INKA dan sebagian lagi berasal dari luar alias impor.
Hal tersebut mempertimbangkan kapasitas produksi di INKA dengan target yang Presiden Prabowo berikan, yakni dalam kurun waktu satu tahun.
“Harapan kami supaya cepat sehingga masyarakat bisa mendapatkan kereta yang baru. Presiden kasih target satu tahun. Bisa dikira-kira mungkin enggak [dari INKA semua]? Jadi mungkin di dalam dan dari luar,” ungkapnya dalam Media Briefing, Jumat (5/12/2025).



