Sejumlah Petugas Haji Dicopot dari Tugas: Masalah Kesehatan sampai Kedisiplinan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dibebaskan dari tugasnya. Ada dua penyebab utama yang mendasari, soal kesehatan dan kedisiplinan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut setidaknya ada enam calon petugas yang batal berangkat karena sakit.

"Ada yang ternyata MCU-nya penyakit jantung. Bahkan ada yang harus dipasang ring. Kemudian rekomendasi dokter itu tidak bisa ikut. Kemudian dicopot. Setidaknya ada enam," kata Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (29/1).

Selain karena sakit, calon petugas lain dicopot karena masalah kedisiplinan. Hal ini dinilai dari kehadiran mereka di kelas. Dalam Diklat PPIH Arab Saudi, peserta wajib absen dalam setiap kegiatan, dari apel pagi hingga penyampaian materi.

Penilaian aspek tersebut dilakukan oleh tim pelatih yang melibatkan internal Kementerian Haji dan TNI-Polri.

"Nah tim pelatih-pelatih ini tentu punya kriteria. Dan kami serahkan sepenuhnya. Pak Menteri dan saya tidak pernah ikut campur terkait dengan kriteria dan standar penilaian mereka. Misalnya ya kehadiran. Kehadiran kan semuanya diharapkan full 100 persen bisa mengikuti," kata dia.

"Kemudian kedisiplinan. Kemudian ketertiban dan macam-macam," sambungnya.

Dahnil juga menekankan bahwa petugas memang dilatih untuk melayani jemaah haji. Jangan sampai ada petugas yang hanya nebeng haji saja.

"Jangan sampai kemudian niatnya itu adalah nebeng naik haji. Nggak boleh itu kemudian nebeng naik haji. Dan tidak satu pun anggota atau peserta yang harus diistimewakan," ucapnya.

"Jadi tim petugas, maksud saya tim instruktur itu silakan melakukan penilaian mereka. Itu wewenang mereka selama Anda semuanya itu masuk barak. Jadi banyak yang protes. Yang protes karena mereka dicopot. Karena kemudian harapan mereka bisa jadi petugas. Tapi kemudian tidak bisa. Karena ada syarat-syarat yang kemudian mereka langgar. Kemudian tidak memenuhi ketentuan," sambungnya.

Dahnil menyebut, tidak semua peserta Diklat sudah pasti lulus dan berangkat ke tanah suci.

"Jadi kalau ada yang kecewa karena dicopot itu hal yang wajar. Tapi aturan harus ditegakkan," ucapnya.

Harap Presiden Tutup Diklat

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf berharap Diklat yang telah dijalani oleh calon petugas bisa membekas dan menjadi kebiasaan baru. Diharapkan, setelah tidak lagi Diklat, para calon petugas dapat mempertahankan kedisiplinannya.

"Kita berharap akan ditutup oleh Presiden (Diklatnya). Kita berharap juga bahwa teman-teman tidak berarti selesai Diklatnya. Karena masih ada PR buat mereka untuk meneruskan pelatihannya di rumah masing-masing. Dan akan dipantau terus," ucap Gus Irfan.

PPIH masih akan ada kelas secara online selama sepekan setelah keluar dari Diklat di Asrama Haji Pondok Gede. Materi salah satunya diisi dengan kelas bahasa Arab. Selain itu, fisik petugas juga akan terus dipantau.

"Masih ada online bahasa Arab. Kemudian tiap hari juga akan dipantau upaya menjaga kebugaran fisik mereka. Supaya pada saatnya benar-benar fit. Karena masih ada waktu sekitar 2-3 bulan sebelum mereka diberangkatkan," ucapnya.

"Insyaallah, kita berharap mereka akan bisa benar-benar siap secara fisik. Siap secara pengetahuan. Dan lebih penting lagi siap secara mental untuk bisa menjadi pelayan tamu," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komnas PA: Perundungan Anak Influencer di SMP Jaktim Bukan Kenakalan, tapi Kejahatan
• 31 menit lalukompas.com
thumb
BTN Dorong Akses Kredit Perumahan bagi Pekerja Sektor Informal
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
17 RT di Jakarta Timur dan Jakarta Barat Terendam Banjir hingga 1,5 Meter
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Purbaya Buka Peluang Gunakan APBN, Bayar Iuran Rp16,7 Triliun untuk Dewan Perdamaian Bentukan Donald Trump
• 7 jam laludisway.id
thumb
Berita Foto: Kemacetan Panjang Melanda Kolong Tol JORR Kalimalang Akibat Jalan Rusak
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.