BANJIR kembali mengepung wilayah DKI Jakarta pada Kamis (29/1) pagi. Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur Ibu Kota dan sekitarnya sejak Rabu (28/1) malam menyebabkan banjir Jakarta akibat debit air sungai meluap, merendam sedikitnya 20 Rukun Tetangga (RT) dan lima ruas jalan utama hingga pukul 09.00 WIB.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat wilayah Jakarta Timur menjadi titik terparah. Ketinggian air di kawasan ini dilaporkan bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter (150 cm) di titik terdalam.
Titik Terparah Banjir Jakarta di Jakarta TimurKepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi bahwa dari total 20 RT yang terendam pada pagi hari, mayoritas berada di Jakarta Timur.
Baca juga : Sebanyak 996 Warga Jakarta Mengungsi di 17 Titik karena Kebanjiran
"Jakarta Timur terdapat 14 RT yang terdampak, sementara Jakarta Barat ada 6 RT. Penyebab utamanya adalah curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan," ujar Yohan dalam keterangan resminya, Kamis (29/1).
Kawasan Cawang, Bidara Cina, dan Kampung Melayu menjadi wilayah yang paling terdampak akibat kiriman air dari hulu. Di Kelurahan Cawang dan Bidara Cina, ketinggian air dilaporkan menembus angka 140 cm hingga 150 cm, memaksa warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
Lalu Lintas Lumpuh, Jalur Busway DibukaSelain permukiman, banjir juga melumpuhkan akses lalu lintas di lima ruas jalan arteri. Di Jakarta Pusat, genangan setinggi 40 cm terjadi di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih. Kondisi ini membuat kendaraan roda dua dan sedan tidak dapat melintas di jalur lambat.
Baca juga : Banjir Jakarta: Kemensos Kirim Logistik, Siapkan Dapur Umum
Merespons kepadatan lalu lintas yang mengular hingga simpang Coca-Cola, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengambil diskresi untuk memperbolehkan kendaraan pribadi melintasi jalur khusus TransJakarta (Busway) guna mengurai kemacetan.
Di Jakarta Barat, Jalan Daan Mogot arah Cengkareng juga tergenang setinggi 30 cm, menyebabkan banyak sepeda motor mogok karena nekat menerobos banjir.
Status Pintu Air JakartaBanjir kali ini diperparah oleh naiknya status kesiagaan di sejumlah pintu air. Bendung Katulampa, Pos Sunter Hulu, Pos Pesanggrahan, dan Pos Angke Hulu dilaporkan berstatus Waspada (Siaga 3) sejak dini hari tadi.
- Jakarta Timur (14 RT): Cawang, Bidara Cina, Kampung Melayu (Tinggi air: 40 - 150 cm).
- Jakarta Barat (6 RT): Rawa Buaya, Kedaung Kali Angke (Tinggi air: 30 - 60 cm).
- Jalan Tergenang: Jl. Letjen Suprapto (40 cm), Jl. Daan Mogot (30 cm), Jl. DI Panjaitan (25 cm).
Hingga berita ini diturunkan pada siang hari, laporan lapangan menunjukkan adanya potensi perluasan titik banjir seiring dengan air kiriman yang terus mengalir ke hilir. BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel gabungan dan pompa mobile untuk mempercepat penyurutan air di lokasi-lokasi strategis.
Warga di bantaran sungai diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi resmi melalui kanal BPBD DKI Jakarta atau layanan darurat Jakarta Siaga 112. (H-3)



