Es Gabus Dituding dari Busa, Produsen: Spons Lebih Mahal dari Sagu Aren!

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Umi, distributor es gabus yang dijual Suderajat (49), buka suara soal tuduhan aparat polisi dan TNI yang menuding terbuat dari spons.

Ia membantah es gabus buatannya mengandung spons, mengingat barang itu akan dijual kembali ke beberapa pedagang lain.

“Enggak ada lah (spons), sponsnya lebih mahal daripada sagu aren,” kata Umi saat ditemui di dekat pabrik wilayah Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Penampakan Pabrik Es Gabus yang Jadi Pemasok Suderajat, Produksinya “Capek Setengah Mati”

Suderajat telah menjadi langganan Umi selama bertahun-tahun, bahkan dari saat anak-anaknya masih kecil.

“Pak Suderajat tuh dagangnya enggak beli dari saya doang, kadang di saya tapi kadang di tempat lain. Dari dulu sampai sekarang kan enggak ada orang keracunan makan es kue,” ujar Umi.

Sehari-hari, ia memproduksi es gabus untuk sekitar lima pedagang yang menjadi langganannya. Salah satunya Suderajat, yang datang setiap pagi.

Satu kali produksi, Umi membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengaduk, merebus, mencetak, dan membungkus es gabus.

Meski bahannya tidak begitu banyak, proses memasak es gabus bisa seharian terutama saat menunggu hingga adonan membeku di kulkas.

“Pembuatannya dari sagu aren, vanili, gula pasir, garam, pasta pisang ambon, dan pewarna makanan. Sudah kayak gitu,” kata Umi.

“Waduh (membuat es gabus) melebihi mengurus bayi. Bayi mah pas sudah mandi ya udah. Kalau itu (es gabus) mah Ya Allah pegel banget,” sambung dia.

Baca juga: Pedagang Es Gabus Dapat Bantuan Uang, Motor, dan Umrah Setelah Tuduhan Spons

Berdasarkan pengamatan Kompas.com di pabrik rumahan es gabus, tampilan luar berbentuk rumah kontrakan bercat biru tua.

Pagar besi rumahnya terlihat dibuka, menunjukkan terdapat sejumlah barang dan perabotan untuk produksi es gabus di teras rumah.

Salah satunya baskom berisikan cetakan es berbahan plastik dengan variasi warna berbeda. Terlihat sebuah keranjang persegi yang disusun menumpuk di sisi depan pintu masuk.

Sekitar 2-3 tas boks kosong yang nantinya bisa diisi es gabus atau es kue juga terlihat disusun di atas meja kayu.

KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY Cetakan es gabus di pabrik rumahan tempat distributor Suderajat (49), pedagang yang dituduh aparat, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (29/1/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di luar itu, tidak terlihat adanya aktivitas produksi es gabus di dalam rumah kontrakan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ratusan Guru Agama di Probolinggo Belum Terima TPP, Dini Sentil Menag RI
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Shotaro RIIZE Akhirnya Respon Rumor Pacarannya dengan Giselle aespa
• 9 jam lalucumicumi.com
thumb
Rapat Pleno PBNU Pulihkan Jabatan Gus Yahya Sebagai Ketua Umum
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ramalan Cinta Zodiak 30 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, hingga Pisces
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Pasutri Perokok Pelaku Penganiayaan di Palmerah Tak Ditahan, KUHP Baru
• 10 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.