Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus bicara soal virus Nipah yang merupakan salah satu virus paling mematikan di dunia.
Hingga kini belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk mengatasinya, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikannya sebagai patogen berisiko tinggi.
“Virus Nipah itu sudah ada sejak 1998. Ada di India, tahun ini ada dua kasus. Memang angka kematiannya sangat tinggi, tetapi jumlah kasus di dunia ini belum sampai 1.000 kasus,” kata Ben saat kunjungan di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (29/1).
Ben menegaskan saat ini virus Nipah belum sampai ke Indonesia. Sejumlah negara terdekat dengan India telah melakukan antisipasi.
“Jadi belum sampai di Indonesia. Di Thailand sudah bagus dilakukan skrining. Jadi di Thailand, karena kasusnya di India, di satu wilayah, tapi di India pun baru dua kasus. Jadi di India pun sudah langsung melakukan lockdown,” katanya.
Menurutnya, India berkomitmen mencegah virus ini menyebar ke negara lain.
Lalu apa langkah antisipasi yang dilakukan Indonesia?
“Di Indonesia otomatis sudah melakukan skrining. Jadi kita punya alat deteksi di bandara, yang pasien dengan suhu tinggi sudah bisa dideteksi, tetapi memang skrining seperti COVID belum kita lakukan,” pungkasnya.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F01%2F28%2Fb3e031aa-a47b-45bb-ae3c-b471c0a13634.jpg)

