Penulis: Makmur Hamdalah
TVRINews, Cirebon
Program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), terus diperluas hingga ke pelosok daerah. Secara nasional, program ini telah menjangkau 55,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, yang diperkuat dengan beroperasinya 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di 38 provinsi.
Di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, perluasan program MBG ditandai dengan berdirinya SPPG Kemantren, Kecamatan Sumber. Dapur MBG tersebut memasok makanan bergizi ke sejumlah sekolah sebagai target utama penerima manfaat program. Selain menyasar peserta didik di sekolah, Program Makan Bergizi Gratis juga diperuntukkan bagi balita serta ibu hamil dan menyusui guna memastikan pemenuhan gizi sejak dini.
Wakil Ketua Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Marsdya TNI Samsul Rizal, mengatakan program MBG menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional.
“Secara nasional, Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 55,2 juta penerima manfaat. Program ini diperkuat dengan beroperasinya 19.188 SPPG di 38 provinsi dan telah menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja,” ujar Marsdya TNI Samsul Rizal, Kamis 29 Januari 2026.
Sementara itu, Ketua Yayasan Muala Hoedi Makayasa selaku pengelola SPPG Kemantren, Aryono Suryo Kusumo, menjelaskan operasional dapur MBG di wilayah tersebut telah berjalan sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
“SPPG Kemantren mulai beroperasi pada 8 Desember 2025 dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1.451 orang. Jumlah ini sesuai ketentuan awal, tidak melebihi 2.000 penerima manfaat,” kata Aryono.
Ia menambahkan, seiring evaluasi dan kebutuhan di lapangan, jumlah penerima manfaat akan mengalami penambahan secara bertahap.
“Pada Januari 2026, penerima manfaat kini bertambah menjadi 2.551 orang,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan pada tahun 2026 secara nasional Program Makan Bergizi Gratis akan didukung oleh 32 ribu SPPG dengan jumlah penerima manfaat mencapai 82 juta orang. Program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia sekaligus menciptakan generasi emas Indonesia 2045.
Editor: Redaktur TVRINews




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4864984/original/044010700_1718512933-GQKf4zzXkAAb51l.jpeg)