GenPI.co - Nama Thomas Djiwandono terus menjadi sorotan publik setelah resmi ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) 2026–2031.
Bagaimana pun terpilihnya Thomas tak bisa dilepaskan dari latar belakang keluarga yang notabene keponakan Presiden Prabowo.
Thomas juga berkecimpung di dunia politik dengan jabatan terakhir sebagai Bendara Umum Partai Gerindra sebelum ditunjuk sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).
“Bahwa latar belakang saya dulu sebagai politisi atau bahkan kedekatan keluarga, itu fakta. Namun, tolong dilihat rekam jejak yang sudah saya lakukan sebelumnya,” terang Thomas, Rabu (28/1).
Thomas Djiwandono diketahui menempuh pendidikan Sarjana Sejarah di Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat.
Dia melanjutkan studi Magister Hubungan Internasional & Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies (SAIS) dan meraih gelar master pada 2003.
Sebelum masuk dunia keuangan dan politik, Thomas sempat berkarier di dunia jurnalistik.
Dia sempat menjadi wartawan magang di Majalah Tempo (1993) dan reporter di Indonesia Business Weekly (1994).
Thomas kemudian masuk dunia keuangan internasional sebagai analis di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong (1996–1999).
Setelah itu, dia menjadi konsultan di Castle Asia, Jakarta (1999–2000).
Selama lebih dari dua dekade, Thomas berkecimpung di PT Comexindo Internasional.
Thomas sempat terjun ke politik dan menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2014.
Namun, dia mengundurkan diri dari jabatan politik dan keluar dari keanggotaan partai per 31 Desember 2025.
Thomas kemudian dilantik oleh Presiden ketujuh Jokowi menjadi Wakil Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juli 2024.
Jabatan ini terus dia pegang sampai era Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga dia ditunjuk menjadi Deputi Gubernur BI.(ant)
Jangan lewatkan video populer ini:





