OJK Akan Gelar Pertemuan Lanjutan dengan MSCI Senin (2/2), Kejar Kepastian Rebalancing

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan kembali bertemu dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2/2026) untuk mengonfirmasi pemenuhan penyesuaian pasar modal Indonesia terkait pembekuan rebalancing indeks saham.

Ketua OJK Mahendra Siregar mengatakan pertemuan lanjutan tersebut bertujuan mengonfirmasi apakah sejumlah penyesuaian yang telah dilakukan regulator dan otoritas pasar telah memenuhi ekspektasi MSCI, sekaligus menyampaikan pendalaman serta informasi tambahan yang dibutuhkan.

“Apakah memenuhi yang diharapkan MSCI atau belum? Dalam waktu dekat Pak Iman akan mengonfirmasi apakah penyesuaian tadi memenuhi apa yang mereka maksud,” ujar Mahendra di Gedung BEI, Kamis (29/1/2026).

Mahendra menegaskan OJK tidak ingin proses komunikasi dengan MSCI berjalan berlarut-larut hingga mendekati tenggat waktu. Seluruh langkah akan dilakukan secara cepat dan terukur agar kepastian bagi pasar dapat segera diperoleh.

“Informasi tambahan dan pendalaman lebih lanjut akan kami sampaikan update-nya ke mereka dan ke publik. Ini akan kami laksanakan dengan cepat, tidak menunggu sampai last minute. Kerangka umumnya mestinya semua bisa selesai sampai bulan Maret,” katanya.

Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner OJK Inarno Djajadi menegaskan keseriusan otoritas dalam merespons perhatian MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Menurutnya, OJK telah melakukan serangkaian komunikasi intensif, termasuk pertemuan tingkat tinggi dengan MSCI pada 10 Desember 2025.

Baca Juga

  • Bahas Dampak MSCI, Ini Bocoran Pertemuan Seskab Teddy, Purbaya dan Airlangga
  • IHSG Diguncang MSCI, Danantara Diam-Diam Borong Saham Secara Selektif
  • Fundamental Moncer, Saham BBCA Kena Badai Net Sell Rp4,1 triliun Efek MSCI

“Kami serius sekali. Kami beberapa kali bertemu dengan MSCI dan rutin berdiskusi. Kami ada proposal immediate action dan medium term. Mereka menyambut baik untuk immediate action,” ujar Inarno.

Dia menambahkan, untuk agenda medium term, OJK akan terus mendorong agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi sebelum Mei 2026. Pertemuan pada Senin mendatang menjadi bagian dari upaya tersebut.

Medium term akan kami push supaya sebelum Mei sudah terpenuhi. Senin [2/2/2026] nanti akan bertemu dengan mereka. We take it seriously. Hopefully Mei sesuai dengan harapan MSCI,” katanya.

Ia menjelaskan OJK bersama BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan menindaklanjuti proposal penyesuaian yang telah dipublikasikan, khususnya terkait perhitungan free float.

“Kami menindaklanjuti penyesuaian yang sudah dilakukan Bursa dan KSEI, termasuk pengecualian kategori investor others dalam perhitungan free float serta publikasi kepemilikan saham di atas 5%,” ujarnya.

Mahendra menegaskan, OJK akan terus melanjutkan penyesuaian hingga mencapai standar yang dapat diterima MSCI.

“Apapun respons MSCI, penyesuaian akan kami lakukan sampai final,” tegasnya.

Selain itu, OJK juga berkomitmen memenuhi permintaan tambahan MSCI terkait transparansi kepemilikan saham di bawah 5%, termasuk klasifikasi investor dan struktur kepemilikan, sesuai praktik terbaik internasional.

“Seluruh penyesuaian akan kami lakukan sesuai best practice internasional,” katanya.

Dari sisi regulasi, Mahendra menyebut Self Regulatory Organization (SRO) akan segera menerbitkan aturan free float minimum 15% disertai peningkatan transparansi. Emiten yang tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut akan disiapkan mekanisme exit policy dengan pengawasan yang ketat.

“Aturan free float 15% akan diterbitkan dalam waktu dekat. Bagi emiten yang tidak memenuhi, akan disiapkan exit policy. Pemerintah juga akan menerbitkan aturan demutualisasi bursa pada kuartal I tahun ini,” ujarnya.

Langkah OJK ini diambil di tengah tekanan pasar saham menyusul keputusan MSCI membekukan sementara rebalancing indeks saham Indonesia, yang memicu aksi jual besar-besaran dan menyebabkan IHSG mengalami trading halt dalam dua hari perdagangan berturut-turut.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
[FULL] PSI dan PDIP Soal Ahok Minta Jaksa Periksa Jokowi Saat Bersaksi di Sidang Anak Riza Chalid
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri PPPA Senang Jumlah Petugas Haji Perempuan Makin Banyak, Tahun Ini Capai 33 Persen
• 14 jam lalumerahputih.com
thumb
Lestari Moerdijat Dorong Peningkatan Minat Baca Masyarakat secara Konsisten
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
5 Manfaat Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur yang Jarang Diketahui Banyak Orang
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
‎Usai Tekuk Korea Selatan, Pelatih Irak Pilih Acuh dengan Laga Timnas Futsal Indonesia Kontra Kirgistan
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.