Makassar, ERANASIONAL.COM – Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan Prof. Morten P. Meldal, peraih Nobel Prize in Chemistry 2022 dan Head of the Center for Evolutionary Biology di University of Copenhagen, Denmark, dalam kegiatan bertajuk “Nobel Laureate Lecture at Hasanuddin University.”
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa (JJ) mengaku bangga dengan kehadiran Prof. Morten di Unhas. Karena kata dia sering sekali Unhas mengagendakan untuk undang peraih Nobel namun sulit sekali untuk datang.
“Hari ini Unhas merasa terhormat bisa dikunjungi oleh Nobel Laureate. Padahal itu tidak mudah, karena dia pasti lihat dulu ini Unhas siapa, sehingga dia mau datang,”ujar Prof JJ, di Kampus Unhas, Kamis (29/1/2026).
Padahal dulu kata Prof JJ, Unhas hanya mimpi bisa mengundang ilmuwan dunia yang pernah berkontribusi secara signifikan pada pengembangan sains dan teknologi inovasi kemanusiaan.
“Ratusan ribu ilmuwan di dunia, namun hanya satu yang terpilih yang terbaik dan salah satunya Prof. Morten,”pujinya.
Dia menambahkan, dengan banyaknya berita baik tentang Unhas, itu juga memperkuat alasan kenapa mereka kemudian bersedia untuk datang.
“Kami juga mendapat apresisi dari Menteri, sehingga pak menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto datang membuka secara resmi,”jelasnya.
Prof JJ juga memuji materi yang dibawakan Prof. Morten karena sangat berisi dan juga memberi inspirasi banyak orang terutama bagi yang sedikit mengerti bahwa yang namanya perasaan, emosi dan hal-hal yang terkait dengan apapun itu bisa dijelaskan seara kimia.
“Hari ini momentum untuk kita semua berharap bahwa ilmuwan-ilmuwan baru mendapat cuplikan semangat bahwa banyak kesempatan untuk ilmuwan itu bisa berkontribusi dan mendapat perhatian dan penghargaan dari dunia,”ajaknya.
Dia menambahkan, Unhas sebagai institusi yang penting di Indonesia hari ini telah membukikan juga dirinya bahwa tidak banyak universitas di indonesia yang bisa mendatangkan nobel laureate seperti ini, karena biasanya hanya di level kementerian.
“Namun Unhas berani untuk mengundang seluruh rektor se-Indonesia. Kita lihat bagaimana antusias anak-anak SMA yang hadir. Ini di luar dugaan saya, ternyata anak SMA itu juga bisa mengerti dan mereka terinspirasi. Saya kepikiran bahwa ilmuwan itu masa depan. Sangat tergantung pada bagaimana anak-anak muda sekarang melihat bahwa menjadi ilmuwan terbaik bisa membawa bangsa ini menuju bangsa besar,”tuturnya.
Sementara itu Mendiktisaintek, Prof Brian Yuliarto menambahkan, kehadiran Prof. Morten P. Meldal, tentu adalah sebuah kesempatan bagi para dosen, mahasiswa pasca sardana dan juga mahasiswa secara umum dan juga pelajar SMA yang di undang untuk berinovasi.
“Mereka harus belajar untuk mengetahui bagaimana seorang hadiah Nobel itu melakukan penelitiannya, melakukan discovery-nya, perjalanan untuk mengekap rahasia alam,”ujar Prof Brian.
Jadi lebih penting dalam itu kata dia adalah bagaimana semangat, kegigihan, dan juga ketekunan yang bisa memotivasi.
“Cerita tentang bagaimana melakukan penelitian oleh Prof Morten Meldal itu tadi saya juga sempat mengikuti, itu sangat menginspirasi banyak orang. Meskipun tentu bidang-bidangnya tidak terlalu sama, tapi yang lebih penting dari itu adalah kegigihannya, strateginya, kolaborasi risetnya, dan juga keinginan untuk menjadikan riset dan pengetahuan yang dikembangkan itu memberikan manfaat,”ucapnya.
“Jadi ini yang kami lihat, momen yang sangat jarang ya, kedatangan proyek Nobel itu sesuatu yang sangat bernilai, karena di sana ada sharing knowledge, ada motivasi, ada pelajaran yang banyak, dan bagaimana penelitian itu betul-betul bisa memberikan maknanya bagi kemanusiaan dan memberikan dampaknya bagi kita,”harap Prof Brian.
Untuk meningkatkan penelitian-penelitian dalam negeri yang diakui internasional, Kemendiki berharap ada kolaborasi dengan peneliti dari luar negeri.
“Jadi kita ingin betul-betul ada kolaborasi riset dengan dunia internasional. Bahkan kita sekarang juga sedang menyusun program Road to Nobel Prize. Jadi bagaimana agar peneliti-peneliti muda kita ini punya mimpi-mimpi yang besar serta punya keinginan yang besar,”ucapnya.
“Tadi saya juga sudah bertanya kepada Prof. Morten P. Meldal, bisa nggak kita ngirim mahasiswa S2, S3 di lab-nya dia. Karena salah satu yang cukup besar kontribusinya, itu adalah bagaimana peneliti-peneliti muda itu melihat, berinteraksi langsung, bekerja dengan ilmuwan peraih Nobel. Sehingga dia bisa banyak melihat langsung, merasakan langsung, bagaimana sih seorang ilmuwan bisa meraih Nobel itu melakukan penelitiannya, kesehariannya, aktivitasnya, ketekunannya, dan juga pola pikirnya dan lain-lain itu sangat-sangat penting,”pungkasnya. []




