JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang menegaskan pihaknya terus memantau situasi perkembangan virus Nipah di India. Penyebaran virus tersebut sebelumnya terdeteksi di negara bagian Benggala Barat, India.
“KBRI New Delhi telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Kolkata, Benggala Barat, dan mendapat informasi bahwa situasi di lapangan saat ini masih terkontrol dengan baik dan otoritas kesehatan berupaya mengisolasi penyebaran virus,” kata Yvonne Mewengkang di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Tingkat Kematian Virus Nipah Disebut Capai 40-75 Persen, Masyarakat Diimbau Waspadai Kelelawar
Yvonne menyatakan sejauh ini belum ada laporan WNI yang tertular virus Nipah di India. Menurutnya, situasi kesehatan di India sejauh ini terkontrol dan pihak berwenang berupaya mengisolasi virus.
“Sampai saat ini, KBRI belum menerima laporan WNI yang terdampak penyakit dari virus Nipah," ungkapnya dikutip dari Antara.
Yvonne menambahkan, perwakilan diplomatik RI di India terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam pemantauan kasus virus Nipah.
Juru bicara Kemlu itu mengimbau WNI di India melakukan tindakan preventif serta menaati aturan pemerintah setempat, khususnya saat terjadi penyebaran penyakit saat ini.
Lebih lanjut, KBRI New Delhi disebutnya terus menjalin komunikasi dengan simpul-simpul WNI di India. Menurut data Kemlu, terdapat 38 WNI yang bermukim di Benggala Barat, tempat terdeteksinya virus Nipah.
Yvonne juga mengatakan bahwa otoritas kesehatan India telah mengaktifkan langkah-langkah pemantauan, pengendalian, dan respons aktif guna mencegah penyebaran virus lebih lanjut.
Penyebaran virus Nipah di India tercatat telah empat kali terjadi, masing-masing di Benggala Barat pada 2001 dan 2007 serta di Kerala pada 2018 dan 2019.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- virus nipah
- virus nipah india
- kemlu
- kementerian luar negeri ri
- wni di india
- Yvonne Mewengkang




