BANDUNG BARAT, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat, Wahyudin Iwang, tidak setuju jika masyarakat dikambinghitamkan sebagai penyebab longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026).
Ia pun menyinggung soal alih fungsi lahan yang seharusnya tidak hanya menyalahkan masyarakat saja. Sebab, kawasan yang mengalami alih fungsi lahan itu ada di bawah pengawasan Perhutani.
"Alih fungsinya itu oleh apa? Seharusnya di bawah pengelolaan Perhutani itu tidak ada tanaman sayuran. Di bawah Perhutani itu tidak harus ada tanaman sayuran atau bunga-bunga," katanya dalam program Breaking News KompasTV, Kamis (29/1/2026).
Terlebih, kata dia, tanaman sayuran yang ada di daerah tersebut ada jenis paprika yang dihadirkan dari luar negeri.
"Nah, artinya ini patut dicurigai. Apakah di belakang masyarakat itu ada pemodal yang selama ini juga dibiarkan atau seperti apa? Karena saya tidak setuju kalau misalnya masyarakat yang dikambinghitamkan," tuturnya.
Baca Juga: 41 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Telah Teridentifikasi
Menurut Wahyudin, bisa saja ada pemodal yang memicu terjadinya alih fungsi lahan di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sementara masyarakat setempat hanya menjadi buruh taninya saja.
"Sehingga sekian lama terus melakukan perambahan untuk komoditi sayuran yang di bawah pengelolaan Perhutani, yang seharusnya itu tidak boleh," ucapnya.
Wahyudin menambahkan, saat ini sedang marak adanya kegiatan perhutanan sosial di bawah pengelolaan Perhutani.
"Apakah di situ (lokasi longsor) ada kegiatan perhutanan sosial atau tidak? Kalau ada, saya yakin peralihan fungsi itu dilegitimasi oleh Perhutani," ujarnya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- longsor
- cisarua
- bandung barat
- longsor bandung barat
- penyebab longsor bandung barat
- walhi



