Kepala Daerah Masif Ajukan Wilayah Tambang Rakyat, Mayoritas Komoditas Emas

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Wamen ESDM membeberkan sejumlah pemda mengajukan penambahan wilayah pertambangan rakyat, mayoritas untuk komoditas emas.

Kepala Daerah Masif Ajukan Wilayah Tambang Rakyat, Mayoritas Komoditas Emas. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Sejumlah pemerintah daerah (pemda) mengajukan penambahan wilayah pertambangan rakyat. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pengajuan wilayah tambang baru didasari diskursus dari pemerintah daerah secara berjenjang di level Kabupaten/Kota, yang dikonsultasikan dengan DPR.

Seturut itu, Yuliot menerangkan sejumlah parameter pengusulan wilayah pertambangan rakyat yang baru, beberapa di antaranya berdasar kepentingan nasional dan aspirasi masyarakat terdampak.

Baca Juga:
Indonesia Dorong Negara ASEAN Klasifikasi Pertambangan Rakyat dan Skala Kecil ke Sektor Formal

Aturan main soal pengajuan hingga penetapan wilayah pertambangan merujuk Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas UU No.4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Yuliot membeberkan penambahan wilayah pertambangan baru yang bakal ditetapkan di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Dimulai dari Kalimantan Tengah yang menambah 129 blok wilayah pertambangan rakyat, dengan komoditas tunggal yakni emas. 

Baca Juga:
Pemprov Riau Akan Bereskan Izin Pertambangan Rakyat Kuansing, 30 Blok Ditargetkan Segera Berizin

"Atas pertambahan wilayah WPR (wilayah pertambangan rakyat) provinsi yang ditetapkan, maka gubernur, bupati serta wali kota wajib menetapkan dan mendelianasi wilayah usaha pertambangan, wilayah pertambangan rakyat, dan wilayah pertambangan khusus sebagai wilayah diperuntukkan pertambangan dalam rencana tata ruang dan rencana detail," kata Yuliot dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR, Kamis (29/1/2026).

Beranjak ke Sumatera Barat, Yulianto menjelaskan terdapat 121 wilayah pertambangan rakyat yang bakal ditetapkan. Adapun, komoditasnya bermacam mulai dari emas, batuan, hingga mineral logam, yang siap dieksploitasi di kawasan seperti Agam dan Pasaman Barat.

Di Sulawesi, Yulianto mengatakan ada 63 blok wilayah pertambangan rakyat yang semuanya komoditas emas. Blok tambang baru paling banyak bercokol di Bolaang Mongondow Timur.

Sementara itu, wilayah tambang di Sumatera Utara tidak terdapat penambahan. Sehingga, masih tetap berjumlah 9 blok WPR.

Yulianto menegaskan penambahan blok wilayah tambang rakyat tidak akan mengubah wilayah eksisting sebelumnya, terlebih yang dimiliki korporasi.

"Perubahan wilayah pertambangan tidak mengurangi atau menghapus izin usaha pertambangan, wilayah pertambangan rakyat dan izin wilayah pertambangan khusus yang memiliki IUP-IUPK sebagai kelanjutan operasi kontrak perjanjian," kata dia.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Berburu Kopi di Pasar Beringharjo Yogya
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Proliga 2026, Kamis 29 Januari: Ada Big Match Gresik Phonska vs Jakarta Livin Mandiri, Samator Hadapi Garuda Jaya
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Longsor Cisarua, KLH Gandeng ITB Susun Kajian Lingkungan Jabar
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kepala Bappenas Sebut Lapangan Kerja Penting, tapi MBG Lebih Mendesak
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Klasemen dan Rekap Hasil Liga Champions, Siapa Lolos 16 Besar dan ke Playoff?
• 10 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.