JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan, ada dua langkah yang akan dilakukan untuk penanganan jangka panjang banjir yang sering terjadi di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih.
Sebagai informasi, Jalan Letjen Suprapto sisi selatan sering terdampak banjir jika hujan deras mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya.
Khususnya pada jalur lambat yang ada di depan Rumah Sakit Siloam, restoran Sate Maranggi Hj Yetty hingga ke depan Kantor BPJS Kesehatan Pusat.
Baca juga: Mesin di Rumah Pompa Kali Mati Terbakar, Wali Kota Bekasi Siapkan Pengganti
"Pertama, yang kita lakukan memperbanyak embung ya, embung-embung yang ada di jalan sini," ujar Arifin saat dijumpai di wilayah Cempaka Putih, Kamis (22/6/2026).
"Ya, termasuk yang di seberang. Di seberang itu cukup besar embungnya, kedalamannya juga cukup dalam," lanjut dia.
Langkah kedua, menambah pompa air permanen atau rumah pompa di sekitar Jalan Letjen Suprapto.
Menurut Arifin, saat ini baru satu pompa permanen yang ditempatkan di sekitar lokasi, yakni di Jalan Letjen Suprapto sisi utara.
"Tahun ini akan ada pekerjaan tambahan pompa. Kalau sekarang pompanya ada di kolakan ya, nanti akan dibangun tahun 2026 ini pompa yang ada di embung," ungkap Arifin.
"Rencana yang untuk pompanya itu sendiri (ditempatkan di) satu titik yang ada di embung depan ITC Cempaka Mas," jelas dia.
Baca juga: Operasikan Pompa Banjir Nonstop, Pasukan Biru: Pantang Pulang Sebelum Surut
Penyebab Jalan Letjen Suprapto sering banjir
Pada Kamis pagi, genangan banjir kembali melanda jalur lambat di Jalan Letjen Suprapto bagian selatan.
Menurut penuturan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) yang bertugas di lapangan, banjir mulai naik sejak pukul 06.00 WIB.
Genangan paling parah terjadi pukul 07.30 WIB setinggi lebih dari 60 sentimeter (cm).
Pukul 10.30 WIB, genangan banjir surut hingga tersisa setinggi 30-40 cm.
Genangan terus surut secara total pukul 12.00 WIB.