Tanah Amblas Mirip Sinkhole di Aceh Tengah Meluas, Kini Dekati Permukiman Warga

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Tanah amblas menyerupai sinkhole di Pondok Simpang Balik, Aceh Tengah, kian meluas dan memutus total akses jalan utama. Pergerakan tanah tersebut kini mengancam permukiman warga dan infrastruktur vital.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengatakan longsor di kawasan itu terus bergeser dari hari ke hari dan membutuhkan penanganan serius melalui kajian teknis mendalam oleh tim tenaga ahli. Jika dibiarkan, longsoran dikhawatirkan membelah kawasan hingga menjalar ke desa-desa sekitar.

“Longsor ini sebenarnya sudah terjadi sejak 2013, tetapi sekarang semakin luas dan semakin berat. Kalau tidak segera diantisipasi, dampaknya bisa sampai ke permukiman warga,” ujar Haili, Kamis (29/1).

Saat ini, jalan di kawasan Pondok Simpang Balik sudah tidak dapat dilalui karena dinilai sangat berisiko. Jarak longsoran yang sebelumnya sekitar 500 meter kini terus mendekati kawasan desa, sehingga mengancam keselamatan dan kehidupan warga sekitar.

Selain memutus akses jalan, longsor tersebut juga semakin mendekati infrastruktur kelistrikan. Longsoran tanah terlihat mengancam keberadaan tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 150 kilovolt yang jaraknya kini hanya beberapa meter dari bibir longsoran.

Haili berharap pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat turun langsung bersama pemerintah kabupaten untuk melakukan penanganan terpadu, mengingat dampak longsor tidak hanya bersifat lokal tetapi berpotensi meluas.

Selain mengancam permukiman, longsor di kawasan Pondok Simpang Balik–Ketol juga berdampak pada konektivitas wilayah dan berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Pemerintah daerah saat ini terus melakukan pemantauan intensif sambil menunggu langkah penanganan lanjutan dari instansi terkait.

Sebelumnya, berdasarkan kajian ESDM Aceh, longsoran di wilayah tersebut merupakan jenis pergerakan tanah lambat (slow moving landslide), bukan amblesan tanah tiba-tiba atau sinkhole. Material tanah di lokasi didominasi endapan vulkanik yang mudah jenuh air dan bersifat tidak stabil.

Karakter tanah yang mudah mengantarkan air, ditambah curah hujan tinggi di wilayah pegunungan, kemiringan lereng yang curam, serta keberadaan retakan lama yang menjadi jalur masuk air hujan, turut mempercepat pergerakan tanah. Hasil visualisasi lapangan bahkan menunjukkan bidang gelincir longsoran mendekati sudut tegak lurus.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Roemah Koffie Bersama Ghea Resort Luncurkan Massimo Freddo, Proyek Pemulihan Petani Kopi Sumatra
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Diancam AS soal Kesepakatan Nuklir, Iran Pastikan Akan Balas Menyerang
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
BRIN Dorong Pengembangan Analisis Input-Output untuk Industri Manufaktur Berkelanjutan
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Hujan Lebat Picu Pengalihan Rute Transjakarta dan Mikrotrans, Berikut Daftarnya
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Zodiak dengan Wawasan Luas: Leo Bijaksana, Libra Adil
• 2 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.