Lini depan menjadi salah satu evaluasi tim pelatih Arema FC di putaran pertama Super League musim ini. Penyelesaian akhir yang tak maksimal masih jadi bahan evaluasi laga pertama putaran kedua saat kalah melawan Dewa United 2-0, pada Senin malam (26/1).
Satu penyerang asing baru pun didatangkan yakni Joel Vinicius Silva Dos Anjos. Penyerang baru asal Brasil itu kian melengkapi aroma Brasil di kubu Singo Edan, dimana sebelumnya ada 10 pemain dari negeri Samba itu, selain pelatih Marcos Santos dan jajaran asisten pelatihnya.
Joel Vinicius Silva didatangkan dari Borneo FC. Vinicius sapaan akrabnya, didatangkan setelah kontraknya oleh Borneo FC tak diperpanjang di paruh musim ini.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan, keputusan mendatangkan Joel Vinicius merupakan hasil kebutuhan tim berdasarkan evaluasi bersama jajaran pelatih. Evaluasi dari sektor lini serang yang kerap bergantung kepada Dalberto jadi salah satu penyebabnya. Sebagai informasi Dalberto menjadi pencetak gol terbanyak Arema FC dengan 10 gol, yang menjadi pencetak gol terbanyak kedua Super League musim ini.
“Setelah proses evaluasi, kami menilai Arema FC membutuhkan tambahan pemain di lini depan yang memiliki karakter kuat dalam menyerang, serta mampu berkontribusi secara kolektif. Joel Vinicius adalah pemain yang sesuai dengan kebutuhan tersebut, baik dari sisi kualitas, pengalaman, maupun pemahaman terhadap kompetisi,” ujar Yusrinal Fitriandi, dikonfirmasi pada Kamis (28/1).
Inal sapaan akrabnya menjelaskan, Vinicius jadi proyek jangka panjang manajemen, sehingga membuatnya diikat kontrak manajemen hingga 2027. Ikatan kontrak dua musim ini diharapkan mampu memberikan waktu bagi Vinicius atas mandulnya lini serang, ketika Dalberto bermain di bawah performa.
"Kami berharap dia memberikan kontribusi maksimal untuk Arema FC. Dengan kerja keras dan dukungan seluruh elemen tim serta Aremania, kami optimistis Joel bisa membantu meningkatkan performa lini serang Arema FC,” ucapnya.
Sementara itu, Joel Vinicius mengatakan, kedatangannya ke Arema FC tak lepas darinya melihat Arema FC sebagai tim besar dan basis suporter besar. Namun di putaran pertama kemarin diakui tim kebanggaan masyarakat Malang itu terpuruk, bahkan pernah gagal menang di 6 laga kandang secara beruntun.
"Tapi saya tahu kehebatan Arema, bagaimana tekanan mengenakan seragam ini, dan dukungan fanatik suporternya. Jadi saya percaya ini adalah pilihan yang sangat baik bagi saya untuk datang ke sini. Saya berharap dapat membantu mengembalikan Arema ke puncak, tempat yang pantas mereka dapatkan," ujarnya.
Pelatih Arema FC Marcos Vinicius dos Santos Goncalves mengakui secara langsung kehadiran Vinicius bersama Gabriel Silva dan Gustavo Franca di putaran kedua usai timnya gagal memanfaatkan peluang di beberapa laga. Ketergantungan ke Dalberto menjadi timnya kesulitan jika Dalberto bermain di bawah performa atau harus absen, karena cedera atau akumulasi kartu.
"Dia (Joel Vinicius), França dan Gabi, adalah pemain yang datang untuk meningkatkan lini serang kami, supaya lebih tajam," kata Marcos usai sesi latihan di Lapangan DFP, Pakis, Kamis pagi.
Marcos menjelaskan, secara taktik memang kedua penyerang itu memiliki sedikit kesamaan tipe. Namun demikian, tak menutup kemungkinan keduanya bakal diduetkan jika dalam kondisi fit dan tidak ada kendala sanksi. Bermainnya mereka berdua bisa jadi membuat lini serang Singo Edan jadi lebih tajam dan tidak lagi menyianyiakan peluang.
"Bisa saja jika mereka bermain bersama Dalberto dan Vini, karena di Brasil juga sudah pernah bermain dengan Bebeto dan Romário di final Piala Dunia. Joel dan Vinícius pasti bisa bermain bersama. Tim perlu menciptakan banyak peluang dan bermain menyerang. Pemain kami harusnya bisa lebih produktif mencetak gol lagi," tukasnya





