Sebuah restoran Padang ikonik di Singapura, membuat pengumuman beberapa waktu lalu (20/1) bahwa mereka akan tutup secara permanen. Penutupan ini bukan hanya membuat pelanggannya sedih, tapi juga salah satu Menteri Singapura.
Warong Nasi Pariaman merupakan salah satu restoran ikonik dan legendaris di kawasan Kampong Glam yang sudah berdiri sejak 1948. Restoran yang sudah berusia 78 tahun tersebut berlokasi dekat Masjid Sultan dan memiliki menyuguhkan menu khas Melayu-Minangkabau.
Sudah seperti ikon kuliner di kawasan tersebut, banyak pelanggan dari berbagai negara yang mencicipi masakan khas Indonesia di restoran ini.
Sayangnya, melalui postingan Instagram resmi @pariamanmasakanpadang, mengumumkan akan berhenti beroperasi pada 31 Januari 2026. Unggahan pengumuman tersebut pun mendapat ragam komentar sedih dari para pelanggangnya, termasuk Pelaksana Tugas Menteri Urusan Muslim, Faishal Ibrahim yang mengungkapkan melalui postingan di Facebook-nya (21/1).
Dalam postingan Facebook-nya, Menteri Singapura itu menjelaskan bahwa kedai makan yang berada di dekat Masjid Sultan ini, telah lama menjadi bagian dari kehidupan Kampung Glam. Pengumuman mereka akan menutup gerainya, membuat Faishal Ibrahim menyayangkan keputusan ini.
"Sejak berita ini disebar, ramai orang mengungkapkan kenangan tentang Pariaman, memberikan bantuan, serta menyuarakan harapan yang sama, yaitu agar Pariaman dapat diteruskan," tulisnya, dalam postingan yang diunggah Rabu (21/1).
Faishal Ibrahim juga menyebut bahwa dirinya telah meminta rekan-rekan dari berbagai divisi pemerintahan Singapura, untuk melakukan kontak langsung dengan pemilik restoran agar dapat saling membantu.
Dia mengatakan bahwa restoran legendaris ini sudah menjadi langganan banyak keluarga, termasuk keluarganya. "Bagi banyak keluarga, termasuk keluarga saya sendiri, kunjungan ke Kampong Glam sering disertai dengan singgah menjamu di sini. Nilai kedai-kedai seperti Warong Nasi Pariaman sangat sulit dinilai dengan kata-kata," tambahnya.
Dalam tulisannya, Faishal Ibrahim juga mengatakan telah turun tangan langsung guna membujuk keluarga pemilik Warong Nasi Pariaman agar tak jadi menutup restorannya.
Namun saat dimintai keterangan oleh media The Straits Time, salah satu pemilik restoran, Abdul Munaf Isrin, juga enggan mengungkapkan alasan di balik penutupan restoran Padang ikonik di Singapura itu.
Hanya pada beberapa postingan terakhir di akun @pariamanmasakanpadang, hanya menyebutkan bahwa hal ini adalah keputusan yang sulit.
"Kami meminta maaf atas pengumuman yang tiba-tiba dan mohon pengertian Anda, karena ini telah menjadi keputusan yang sangat sulit bagi kami," tulis narasi di postingan Warong Nasi Pariaman.




