Harga Bawang Putih dan MinyaKita Dipastikan Turun Awal Februari 2026, Ini Penyebabnya

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga bawang putih dan Minyakita segera turun dalam waktu dekat.

Harga Bawang Putih dan MinyaKita Dipastikan Turun Awal Februari 2026, Ini Penyebabnya. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga bawang putih dan Minyakita segera turun dalam waktu dekat.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menyampaikan, persoalan utama kenaikan harga bawang putih yang sebelumnya disebabkan oleh proses perizinan impor (PI) sudah diselesaikan. Seluruh PI bawang putih telah diterbitkan dan tercatat dalam Indonesia National Single Window (INSW).

Baca Juga:
Harga Pangan Hari Ini: Beras Premium, Bawang Putih, hingga Minyakita Naik

"Jadi seharusnya sih dalam minggu-minggu ini sudah mendarat tuh bawang putihnya yang diimpor itu," ujarnya saat dijumpai di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).

Sesuai dengan jadwal yang disampaikan para importir, kata Iqbal, bawang putih impor diperkirakan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Januari atau awal Februari 2026. Dengan masuknya pasokan tersebut, harga bawang putih diyakini segera turun.

Baca Juga:
Intip Harga Pangan Akhir Pekan, Bawang Putih hingga Telur Ayam Naik Tipis

"Barang bawangnya sudah ada di Tanjung Priok seharusnya tuh, di akhir Januari ini atau di awal Februari. Kalau barangnya sudah ada, otomatis itu akan turun. Akan sesuai dengan harga acuan," katanya.

Baca Juga:
Kenaikan Harga Beras dan Bawang Putih Picu Inflasi Juli 2025

Selain bawang putih, Kemendag juga memantau pergerakan harga Minyakita. Iqbal menyebutkan, harga rata-rata nasional Minyakita menunjukkan tren penurunan dalam sepekan terakhir.

"Kalau misalnya di minggu lalu itu rata-rata nasional harga MinyaKita itu Rp16.800 per liter, sekarang itu sudah menjadi Rp16.500 per liter. Terjadi penurunan. Nah ini kita harapkan kalau misalnya ini sudah optimal nanti di akhir bulan ini, itu bisa mencapai harga eceran tertinggi yang telah kita sepakati bersama," katanya.

Baca Juga:
Harga Pangan di Awal Pekan: Bawang Putih hingga Minyak Goreng Naik

Sementara itu, untuk komoditas protein hewani seperti telur ayam, kondisi pasokan justru dinilai aman. Bahkan, menurut Iqbal, saat ini terjadi surplus telur di sejumlah daerah.

"Telur itu suplus malah. Malah tadi kita mempertemukan dengan off taker-nya lagi ini, kalau misalnya suplus disalurkan kepada anggota Hippindo, kemudian kami juga minta kepada dinas seluruh Indonesia, kalau misalnya ada dinamika terkait dengan ketersediaan stok telur yang sedikit menurun," katanya.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Airlangga: Pemerintah Diskon Tiket Transportasi selama Libur Lebaran 2026
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Macet Horor di Daan Mogot Mengular Sampai 5 Kilometer karena Banjir
• 2 jam laluidntimes.com
thumb
Emiten Tak Penuhi Free Float 15% Bakal Terancam Delisting dari Bursa
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jateng Perkuat Konektivitas Ekonomi Melalui Sinergi Perdagangan Antardaerah
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Mendiktisaintek tekankan kolaborasi antar-perguruan tinggi
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.