Bareskrim Mabes Polri Turun Langsung ke Batam Usut Penyelundupan Pasir Timah

merahputih.com
1 jam lalu
Cover Berita

MerahPutih.com - KJRI Johor Bahru melansir 11 ABK asal Kepulauan Riau itu ditangkap Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) karena membawa pasir timah secara ilegal asal Indonesia ke Malaysia sebanyak 7,5 ton.

Inisial para ABK tersebut yakni MTA (usia 23 tahun); LOM (24); RH (23); Z (50); A (41); B (47). Kemudian, H (53); S (29); J (39); Za (44); dan I (52).

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri bersama Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) tengah menyelidiki kasus penyeludupan pasir timah dari Bangka Belitung ke Malaysia.

Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moch Irhamni mengatakan kasus itu bermula dari penangkapan oleh apparat Malaysia.

Baca juga:

KPK SP3 Kasus Timah, Legislator: Sudah Prosedural, tetapi Publik Perlu Penjelasan

11 anak buah kapal (ABK) Indonesia oleh Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) pada Oktober 2025, kemudian dideportasi ke Indonesia melalui Kepri Kamis (29/1) siang ini.

"Jadi tadi ada 133 PMI yang dideportasi, 11 orang di antaranya ABK yang menyelundupkan pasir timah ke Malaysia,” kata Irhamni.

Jenderal polisi bintang satu itu menyebut, setibanya di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center pukul 15.30 WIB siang tadi, kesebelas ABK tersebut langsung dibawa ke Mapolda Kepri untuk menjalani pemeriksaan.

Kapal tersebut memuat 7,5 ton pasir timah asal Bangka Belitung yang dibawa ke Malaysia. Saat tiba di Malaysia, kapal berbendera Indonesia itu diamankan APMM karena tidak dilengkapi dokumen resmi.

Irhamni menyebut penyelidikan kasus tersebut melibatkan tim gabungan dari Dittipidter Bareskrim Polri dan Polda Kepri.

Pihaknya masih mendalami sudah berapa kali para pelaku menyelundupkan pasir timah ke Malaysia, termasuk siapa pemiliknya, dan sudah berapa banyak pasir yang diselundupkan.

Selain itu, pihaknya juga masih mendalami bagaimana kapal tersebut bisa lolos sampai ke Malaysia membawa pasir timah dari Bangka Belitung.

“Semua sedang kami dalami, para pelaku masih kami periksa saat ini,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Investasi Pusat Data Berbasis AI Senilai Rp75 Triliun Masuk ke Bekasi
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Reaksi Ketua KPK Ketika Ditanya Kemungkinan Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Hujan Deras Sejak Kemarin, 17 RT di Jakarta Timur dan Barat Terendam Banjir
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Janggal Kasus Kematian Selebgram Lula Lahfah, Polisi Bongkar Detik-detik Kekasih Reza Arap Ditemukan Tak Bernyawa
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Wacana Relokasi Kampung Bilik Tak Ada Titik Tengah, Warga Bertahan Sampai Ada Kejelasan
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.