Danantara Instruksikan Pelat Merah Wajib Beli Produk Buatan PT PAL & INKA

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengeluarkan instruksi strategis terkait pengadaan produk industri strategis dalam tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kebijakan ini menetapkan bahwa perusahaan-perusahaan BUMN, khususnya yang bergerak di sektor pelayaran dan kereta api, wajib membeli atau memesan produk dari dua perusahaan manufaktur strategis nasional: PT PAL Indonesia (Persero) dan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.

Instruksi ini disampaikan oleh Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, dalam sebuah diskusi publik di Jakarta pada akhir Januari 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Danantara untuk menguatkan basis industri strategis domestik, memperbaiki sinergi antar-BUMN, dan mengurangi ketergantungan pada produk impor. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap pengembangan kapasitas manufaktur nasional dalam jangka panjang.

Penguatan Industri Kapal dan Pengadaan Produk PT PAL

Salah satu fokus utama kebijakan ini adalah pengadaan kapal oleh BUMN pelayaran. Danantara mewajibkan seluruh perusahaan negara yang bergerak di bidang perkapalan, seperti PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dan PT Pertamina International Shipping (PIS), membangun seluruh kapal baru mereka di galangan kapal nasional, yaitu PT PAL Indonesia.

Instruksi ini berlaku sebagai aturan internal BUMN dan dimaksudkan untuk memperkuat posisi galangan kapal nasional di pasar domestik.

Baca Juga

  • Bukan Impor, Pengadaan 30 Trainset Permintaan Prabowo Diutamakan dari INKA
  • Kereta Baru INKA CLI 225 Mulai Dioperasikan Hari Ini (16/12)
  • Pemkot Bogor & INKA Segera Uji Coba Trem Perkotaan di Sekitar Stasiun Bogor

Menurut Dony, kebijakan ini sejalan dengan proses konsolidasi PT PAL yang telah rampung sebelumnya. Dengan adanya jaminan permintaan produk dari kelompok BUMN, diharapkan kemampuan kapasitas produksi, penyerapan tenaga kerja, serta daya saing industri perkapalan Indonesia akan meningkat secara signifikan.

Ia juga menyatakan bahwa tanpa keberpihakan dan perlindungan bagi industri dalam negeri, pertumbuhan dan kemajuan sektor manufaktur strategis akan sulit tercapai.

Instruksi ini bukan sekadar preferensi lokal. Danantara memandang perlunya kepastian permintaan (off-taker guarantee) untuk menjaga keberlanjutan industri berat nasional dan menciptakan efek berantai positif ke sektor pendukung lainnya. 

Peran INKA dan Strategi Nasional Kemandirian Industri

Selain sektor perkapalan, Danantara juga menyoroti peran PT Industri Kereta Api (INKA) dalam memperkuat rantai nilai industri manufaktur strategis nasional.

Dony menyebutkan upaya transformasi INKA telah dimasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026, termasuk fokus pada perbaikan kinerja keuangan dan penguatan fasilitas produksi di pabrik INKA di Banyuwangi, Jawa Timur.

Transformasi ini sejalan dengan rencana modernisasi armada kereta api nasional, di mana PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) tengah merencanakan pembaruan gerbong dan lokomotif yang ada.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI Bobby Rasyidin telah menegaskan akan mengutamakan produksi dalam negeri dalam pengadaan 30 rangkaian gerbong kereta atau trainset baru untuk kereta rel listrik (KRL).

Di tengah keterbatasan waktu pengadaan, alih-alih impor, Bobby memastikan akan mengoptimalkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dengan modal Rp5 triliun tersebut.

“Tentunya kan waktu itu kami janji, TKDN-nya dioptimalkan. Jadi kami mengutamakan industri dalam negeri,” kata Bobby kepada wartawan, dikutip pada Kamis (29/1/2026).

Dengan kata lain, KAI akan mengandalkan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dalam pengadaan KRL yang diminta langsung oleh Prabowo Subianto. 

Bobby menjelaskan, saat ini pengadaan 30 trainset kereta rel listrik (KRL) sesuai permintaan Presiden Prabowo Subianto tersebut terus berprogres dan tengah masuk tahapan desain kereta dan jaringannya.

Prabowo pun memberikan waktu satu tahun, dengan tenggat pada akhir tahun ini, untuk KAI menghadirkan 30 trainset. 

Bobby pun memastikan pengadaan akan sesuai dengan janji tersebut. Namun, dirinya memastikan pengadaan belum dapat terwujud pada semester I/2026 ini.

“Belum bisa [terwujud di semester I/2026]. Bikin kereta membutuhkan waktu. Kemudian jaringan LAA [listrik aliran atas] juga kita harus tingkatkan. Janjinya kan setahun,” tuturnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
[FULL] Julius Ibrani dan Ketua Komisi Kejaksaan Kritik Penetapan Tersangka Suami Kejar Jambret
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Tiba di KPK, Eks Menag Yaguq Mengaku Diperiksa Untuk Gus Alex
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Perumda Pasar Siapkan Revitalisasi Pasar Sambung Jawa
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Update Titik Banjir Jakarta Malam Ini: 46 RT dan 13 Jalan Masih Terendam
• 13 jam laludetik.com
thumb
Yoo Seonhoo dan Shin Eun Soo Resmi Dikonfirmasi Berpacaran
• 20 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.